Dikutip dari Radar Bojonegoro, ajang balap mobil kasta tertinggi dunia ini memasuki era baru dengan modal kesuksesan luar biasa, termasuk capaian 827 juta fans pada musim 2025 serta gaung film 'F1 The Movie' yang baru saja menyabet penghargaan Oscars.
Runtuhnya Hegemoni Penguasa Lama Menariknya, musim 2026 akan menjadi sejarah baru sejak 2010 di mana juara bertahan bukan lagi berasal dari Red Bull Racing atau Mercedes-AMG Petronas.
Lando Norris, pembalap McLaren asal Inggris, datang sebagai pemegang takhta setelah berhasil mematahkan dominasi Max Verstappen pada musim 2025 lalu.
Invasi Raksasa Baru: Audi dan Cadillac
Lantai bursa tim juga memanas dengan kedatangan dua pabrikan besar. Audi Revolut resmi mengaspal setelah mengakuisisi Sauber, membawa misi besar meski harus menutup program balap lainnya demi ambisi di F1.
Audi akan mengandalkan duet Nico Hulkenberg dan talenta muda Brazil, Gabriel Bortoletto.
Tak mau kalah, Cadillac akhirnya memenangkan perjuangan panjang untuk masuk ke grid F1.
Didukung konglomerat teknologi TWG Global, Cadillac sementara akan menggunakan mesin Ferrari dengan mengandalkan pengalaman dua veteran, Sergio Perez dan Valtteri Bottas.
Perubahan di Kursi Kemudi Red Bull Racing pun melakukan perombakan besar. Setelah putus kongsi dengan Honda, mereka kini menggandeng Ford yang kembali ke F1 setelah absen dua dekade.
Di kursi pembalap, Isack Hadjar resmi naik kelas dari F2 untuk mendampingi Max Verstappen, menggantikan posisi Yuki Tsunoda.
Dengan segala perombakan regulasi mesin dan hadirnya tim-tim baru, GP Australia 2026 dipastikan bakal menjadi tontonan yang penuh drama dan ketidakpastian.
Apakah Lando Norris mampu mempertahankan gelarnya, atau justru para raksasa baru yang akan langsung menyodok ke depan? Kita tunggu aksinya di lintasan!
Editor : Marthadi