Luka Doncic justru membuktikan dirinya adalah "monster" baru di NBA dengan menghancurkan pertahanan Indiana Pacers lewat torehan sejarah yang belum pernah terjadi dalam hampir tiga dekade terakhir.
Dikutip dari Heavy dan laporan Dave McMenamin dari ESPN, Doncic tampil "kesetanan" sejak peluit awal dibunyikan di Crypto.com Arena.
Mengemban beban berat karena absennya LeBron James dan Deandre Ayton, pemain asal Slovenia ini langsung "meledak" dengan memborong 22 poin hanya dalam 12 menit pertama kuarter satu.
Catatan gila ini bukan sekadar angka. Berdasarkan data statistik yang dihimpun, Doncic resmi mencetak sejarah sebagai pemain dengan frekuensi mencetak 20+ poin di kuarter pertama terbanyak dalam satu musim.
Ia telah melakukannya sebanyak lima kali musim ini, melampaui rekor siapapun sejak data play-by-play mulai dilacak secara resmi pada musim 1996-97 silam.
Merujuk laporan Underdog NBA, dominasi Doncic musim ini benar-benar tidak masuk akal.
Sebagai perbandingan, bintang lain seperti Jalen Brunson dan Jamal Murray baru bisa mencatatkan performa serupa sebanyak dua kali di musim yang sama.
Dalam laga melawan Pacers tersebut, Doncic menunjukkan efisiensi tingkat tinggi dengan akurasi tembakan 7/9, termasuk sapu bersih lima tembakan tiga angka tanpa meleset di kuarter pembuka.
Secara keseluruhan musim ini, ia mencatatkan rata-rata mengerikan dengan 32,3 poin, 7,8 rebound, dan 8,6 assist per pertandingan.
Namun, di tengah euforia sejarah ini, Doncic harus segera mendinginkan kepala. Dikutip dari Brad Turner dari LA Times, Doncic kini sudah mengantongi 15 technical foul sepanjang musim.
Sesuai regulasi NBA, jika ia terpancing dan mendapatkan satu lagi pelanggaran teknis, ia akan otomatis dijatuhi hukuman larangan bertanding dalam satu laga.
Lakers saat ini duduk di peringkat keenam wilayah Barat dengan rekor 37-25, dan mereka sangat membutuhkan Doncic tetap berada di lapangan untuk menjaga asa di babak playoff.
Editor : Marthadi