LombokPost - Arsenal berhasil memastikan diri melaju ke babak delapan besar atau perempat final FA Cup setelah meraih kemenangan tipis 2-1 atas Mansfield Town pada Sabtu waktu setempat. Meski menghadapi tim dari League One, skuad asuhan Mikel Arteta ini harus berjuang ekstra keras untuk mengamankan tiket kelolosan dalam laga yang penuh drama tersebut.
Kemenangan Arsenal di ajang FA Cup kali ini ditentukan lewat gol krusial Eberechi Eze di babak kedua. Sebelumnya, Mansfield Town sempat memberikan perlawanan sengit dan menyamakan kedudukan sesaat setelah jeda turun minum. Penampilan Eberechi Eze yang klinis memastikan langkah Arsenal tidak terhenti prematur di kompetisi tertua di dunia ini.
Manajer Arsenal Mikel Arteta, mengakui bahwa timnya dibuat berkeringat selama 90 menit penuh. Namun, bagi Mikel Arteta, itulah daya tarik utama FA Cup. ”Inilah keindahan kompetisi ini. Ada keajaiban, konteks, lapangan, hingga atmosfer penonton yang luar biasa. Kami tahu harus berjuang untuk menang, dan akhirnya kami berhasil melakukannya,” ujar Mikel Arteta.
Satu hal yang menjadi sorotan utama dalam laga FA Cup ini adalah keberanian Mikel Arteta melakukan rotasi ekstrem. Arsenal membuat sembilan perubahan dalam starting line-up, termasuk memainkan dua pemain berusia 16 tahun, Max Dowman dan Marli Salmon. Ini adalah catatan sejarah baru di mana tim Premier League memainkan dua pemain di bawah 17 tahun sebagai starter dalam satu laga FA Cup.
"Mereka memiliki kepribadian yang hebat di lapangan. Kami sangat bangga mereka bisa melakoni debut di FA Cup hari ini," puji Mikel Arteta.
Tak hanya mereka, pemain muda Jaden Dixon juga mencicipi debutnya bersama Arsenal di menit-menit akhir pertandingan guna memperkuat lini pertahanan.
Selain kelolosan, laga FA Cup ini juga menandai pencapaian fantastis bagi Arsenal. Gol pembuka yang dicetak Noni Madueke merupakan gol ke-100 Arsenal di semua kompetisi musim ini hanya dari 46 pertandingan. Catatan ini jauh lebih tajam dibandingkan musim lalu, di mana Arsenal baru menyentuh angka 100 gol pada 20 April.
Mikel Arteta sangat puas dengan produktivitas timnya, terutama karena gol-gol tersebut lahir dari 19 pemain yang berbeda. Bagi pelatih asal Spanyol itu, kolektivitas gol adalah senjata mematikan bagi Arsenal untuk mengarungi sisa musim ini dan mengejar trofi FA Cup. Kemenangan atas Mansfield Town pun menjadi bukti bahwa Arsenal tetap tangguh meski tampil dengan kombinasi pemain muda dan pelapis.
Editor : Pujo Nugroho