Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Skandal di Balik Pemecatan Xavi: Dari Pengakuan Hansi Flick hingga Penolakan Martin Zubimendi

Pujo Nugroho • Senin, 9 Maret 2026 | 17:32 WIB

Hasil minor Spurs memicu spekulasi. Tottenham disebut mempertimbangkan Xavi Hernández sebagai pengganti Thomas Frank menurut media Spanyol.
Hasil minor Spurs memicu spekulasi. Tottenham disebut mempertimbangkan Xavi Hernández sebagai pengganti Thomas Frank menurut media Spanyol.

 

LombokPost - Legenda sekaligus mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, akhirnya memecah kesunyian. Dalam sebuah wawancara eksklusif yang menggegerkan bersama La Vanguardia, Xavi membongkar habis-habisan kekecewaannya terhadap manajemen klub, terutama soal kegagalan memboyong Martin Zubimendi dan batalnya kepulangan Lionel Messi ke Camp Nou.

Xavi merasa perlu meluruskan narasi yang selama ini dibangun oleh petinggi klub. Ia menyebut cerita yang beredar di publik sepenuhnya salah. Salah satu poin paling krusial adalah ketika dirinya meminta klub mendatangkan Martin Zubimendi sebagai suksesor Sergio Busquets. Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah dengan alasan finansial, padahal sang pemain kini justru tampil gacor bersama Arsenal.

Xavi mengungkapkan bahwa dirinya sudah membidik Martin Zubimendi sejak lama. Gelandang asal Spanyol itu dinilai sebagai kepingan puzzle yang sempurna untuk menjaga stabilitas lini tengah Barcelona. Namun, saat Real Sociedad mematok harga tinggi, manajemen Blaugrana mengaku tidak punya uang, hingga akhirnya Zubimendi dipinang Arsenal seharga £60 juta.

"Saya meminta mereka merekrut Martin Zubimendi, tapi mereka bilang tidak karena masalah uang," ungkap Xavi dengan nada kecewa.

Kini, saat melihat kesuksesan Martin Zubimendi yang sudah tampil 40 kali dan membawa Arsenal memuncaki klasemen Liga Inggris, Xavi merasa ekspektasinya terhadap visi Barcelona telah dijatuhkan oleh manajemen sendiri.

Tak hanya soal Martin Zubimendi, Xavi juga membongkar skandal di balik gagalnya Lionel Messi kembali ke rumah. Xavi mengklaim bahwa kesepakatan dengan Messi sebenarnya sudah rampung pada Januari 2023. Namun, Presiden Joan Laporta disebut sebagai sosok yang menarik diri dan menggagalkan segalanya di saat-saat terakhir.

"Leo (Messi) sudah setuju untuk kembali. Kami bicara sampai Maret 2023. Kami sudah mendapat lampu hijau dari LaLiga, tapi presidenlah yang melemparkan semuanya kembali ke titik nol," tegas Xavi.

Menurutnya, kegagalan memulangkan Messi adalah kesalahan fatal "orang-orang yang ada di sana sekarang" di jajaran manajemen Barcelona.

Xavi juga menyinggung soal suksesornya, Hansi Flick. Menariknya, Xavi mengaku tidak menaruh dendam pada pelatih asal Jerman tersebut. Bahkan, Flick sempat mendatangi rumah Xavi untuk meminta maaf secara pribadi karena merasa tidak enak menggantikan posisi Xavi setelah manajemen Barcelona bermain di belakang punggungnya.

"Flick datang ke rumah saya dan meminta maaf karena klub tidak memberi tahu saya secara langsung bahwa mereka sudah bernegosiasi dengannya saat saya masih menjabat. Dia orang yang sangat terhormat," tambah Xavi.

Hal ini semakin mempertegas adanya ketidakharmonisan antara Xavi dan Joan Laporta di akhir masa jabatannya dalam dinamika berita Barcelona.

Xavi menyesali keputusannya yang tidak langsung hengkang saat Jordi Cruyff dan Mateu Alemany dilepas oleh klub. Ia merasa performa tim menurun justru setelah manajemen mulai terlalu banyak ikut campur dalam keputusan teknis, termasuk urusan bursa transfer Barcelona. Kini, sang legenda hanya bisa melihat dari jauh bagaimana pemain incarannya, Martin Zubimendi, bersinar di London Utara sementara klub cintanya masih bergelut dengan masalah internal.

Editor : Pujo Nugroho
#xavi hernandez #joan laporta #lionel messi #Barcelona #Skandal Barcelona