LombokPost – Aprilia mengawali MotoGP 2026 dengan performa yang mengejutkan. Kemenangan Marco Bezzecchi di GP Thailand membuat Aprilia langsung menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan besar: apakah dominasi Ducati di MotoGP mulai tergeser?
Di seri pembuka MotoGP 2026 di Buriram, performa Aprilia benar-benar mencuri perhatian. Meski sempat mengalami insiden saat balapan Tissot Sprint, Marco Bezzecchi mampu membalasnya dengan kemenangan dominan di Grand Prix Thailand.
Bagi pabrikan asal Noale tersebut, awal musim MotoGP 2026 ini menjadi sinyal kuat bahwa Aprilia siap menantang dominasi Ducati yang selama beberapa musim terakhir mendominasi kejuaraan dunia.
Pramusim Menjanjikan untuk Aprilia
Sebelum musim MotoGP 2026 dimulai, performa Aprilia Racing memang sudah terlihat menjanjikan selama tes pramusim.
Kembalinya Jorge Martin, Juara Dunia MotoGP 2024, langsung memberikan dampak besar bagi tim. Meski sempat menjalani dua operasi selama musim dingin dan absen di Tes Sepang, Martin tetap mampu menunjukkan kecepatannya.
Di sisi lain, Marco Bezzecchi tampil konsisten cepat, baik dalam simulasi satu lap maupun pace balapan.
Di tim satelit Trackhouse MotoGP Team, rookie Ai Ogura bahkan menjadi pembalap tercepat saat simulasi Sprint. Sementara Raul Fernandez, meskipun sedikit kesulitan, tetap menunjukkan potensi besar setelah sebelumnya memenangi GP Australia 2025.
Namun seperti yang sering diingatkan Bezzecchi, tes pramusim hanyalah tes.
Ducati Masih Jadi Patokan
Meski Aprilia tampil impresif di awal MotoGP 2026, Ducati tetap menjadi pabrikan yang harus dikalahkan.
Dominasi Ducati di MotoGP tidak datang begitu saja. Pabrikan asal Bologna tersebut telah menguasai kejuaraan dalam beberapa musim terakhir.
Apalagi mereka memiliki deretan pembalap elite dengan pengalaman juara dunia yang mengendarai Desmosedici GP.
Namun, jarak performa antara Aprilia dan Ducati kini terlihat semakin tipis. Kerja keras yang dilakukan Aprilia selama musim dingin tampaknya mulai membuahkan hasil nyata.
Rekor Baru Marco Bezzecchi Bersama Aprilia
Kemenangan Marco Bezzecchi di GP Thailand mencatatkan sejarah baru bagi Aprilia. Pembalap bernomor #72 tersebut menjadi pembalap Aprilia pertama yang memenangkan tiga Grand Prix secara beruntun.
Bagi Bezzecchi sendiri, ini juga menjadi pertama kalinya ia meraih tiga kemenangan MotoGP berturut-turut. Prestasi tersebut membuatnya melampaui rekor Aleix Espargaro sebagai pembalap Aprilia paling sukses di MotoGP.
Tak hanya itu, performa tim Aprilia secara keseluruhan juga sangat kuat. Raul Fernandez finis ketiga dan mencetak podium beruntun pertama dalam karier MotoGP. Jorge Martin finis keempat, hasil terbaiknya bersama tim pabrikan Aprilia. Ai Ogura finis kelima dan menyamai hasil terbaiknya di MotoGP
Untuk pertama kalinya dalam sejarah MotoGP, empat pembalap Aprilia RS-GP finis di lima besar dalam satu balapan Grand Prix.
Pedro Acosta dan KTM Ikut Mengancam
Selain Aprilia, awal MotoGP 2026 juga menghadirkan kejutan dari Pedro Acosta bersama Red Bull KTM Factory Racing. Pembalap muda Spanyol itu tampil luar biasa di Buriram dengan memenangi Sprint Race dan finis kedua di Grand Prix Thailand.
Hasil tersebut membuat Pedro Acosta memimpin klasemen MotoGP 2026 untuk pertama kalinya dalam kariernya. Klasemen sementara setelah seri pembuka menunjukkan persaingan yang sangat ketat: Pedro Acosta – P1, Marco Bezzecchi – P2, Raul Fernandez – P3, Jorge Martin – P4, dan Ai Ogura – P5.
Menariknya, pembalap Ducati terbaik baru muncul di posisi ketujuh, yakni Fabio Di Giannantonio. Fakta lain yang mengejutkan, rentetan 88 podium beruntun Ducati di MotoGP akhirnya terhenti di Buriram.
Ducati Pasti Akan Membalas
Meski hasil di GP Thailand 2026 mengejutkan, terlalu cepat untuk menyimpulkan bahwa era dominasi Ducati telah berakhir. MotoGP musim ini masih sangat panjang dengan 21 Grand Prix tersisa.
Seri berikutnya akan digelar di GP Brasil, sebelum paddock MotoGP menuju Circuit of The Americas (COTA) yang dikenal sebagai salah satu trek favorit Marc Marquez.
Namun satu hal yang kini tidak bisa dibantah: Aprilia benar-benar menjadi ancaman serius bagi Ducati di MotoGP 2026.
Dengan performa Marco Bezzecchi, dukungan Jorge Martin, serta potensi pembalap muda seperti Ai Ogura dan Raul Fernandez, Aprilia tampak siap terlibat dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Jika tren ini berlanjut, musim MotoGP 2026 berpotensi menjadi salah satu musim paling sengit dalam sejarah kejuaraan dunia balap motor.
Editor : Rury Anjas Andita