LombokPost - KONI Mataram tidak main-main dalam menatap gelaran Porprov NTB XII/2026. Sebagai juara bertahan, KONI Mataram kini mengusung misi besar untuk mempertahankan takhta. Ketua KONI Mataram Firadz Pariska secara tegas meminta seluruh elemen olahraga untuk bekerja ekstra keras demi mengamankan predikat juara umum porprov yang akan digelar pada Juli mendatang.
Firadz mengingatkan bahwa mempertahankan prestasi jauh lebih berat daripada meraihnya. Pada edisi sebelumnya, KONI Mataram tampil perkasa dengan menyabet 152 medali emas. Angka fantastis inilah yang kini menjadi motivasi utama dalam persiapan Porprov NTB 2026. ”Mempertahankan prestasi itu lebih sulit. Ini harus jadi pelecut semangat kita,” ujar Firadz Pariska saat membuka Rapat Kerja KONI Mataram, Rabu (11/3).
Menurut Firadz, capaian 152 emas tersebut menjadi bukti sahih bahwa Mataram adalah rumahnya para juara. Namun, gelar juara umum porprov tidak jatuh dari langit. Hal itu merupakan buah dari program yang tepat, strategi jitu, latihan luar biasa, dan semangat juang atlet. Menjelang Porprov NTB 2026, semangat ini harus dilipatgandakan agar sejarah manis tersebut tidak sekadar menjadi kenangan, tapi kembali diulang.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dispora Mataram Lalu Samsul Adnan menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh instrumen olahraga siap tempur. Target juara umum porprov tiga kali berturut-turut atau hattrick dinilai sangat realistis. Oleh karena itu, persiapan menuju Porprov NTB 2026 harus dilakukan secara lebih matang dan terukur melalui program unggulan seperti Pelatda Sangkareang.
Salah satu poin krusial yang adalah evaluasi mendalam terkait pembinaan usia dini. Belajar dari Lalu Muhammad Zohri yang nyaris tak terpantau di masa lalu, KONI Mataram kini memperkuat database digital. Jangan sampai ada talenta hebat yang terlewatkan sebelum perhelatan Porprov NTB 2026 dimulai. Pemantauan ketat sejak usia belia kini menjadi standar baru bagi para calon juara.
Selain bakat, penguatan kondisi fisik juga menjadi kunci sukses. KONI Mataram telah menyiapkan struktur khusus untuk menangani cedera atlet secara profesional. Hal ini dilakukan agar performa para atlet andalan tetap berada di level tertinggi hingga hari pertandingan Porprov NTB 2026 tiba. Sistem pantauan digital ini diharapkan mampu menjaga agar tidak ada atlet potensial yang menghilang dari radar kompetisi.
Mengingat waktu yang semakin mepet, masa pemantapan atlet akan digenjot habis-habisan selama tiga bulan efektif, mulai April hingga Juni. Persaingan memperebutkan gelar juara umum porprov diprediksi akan sangat sengit dari daerah lain. Namun, dengan dukungan penuh dari seluruh cabang olahraga dan kerja keras KONI Mataram, target juara di Porprov NTB 2026 diyakini bisa tercapai.
Editor : Pujo Nugroho