LombokPost – Iran resmi mundur dari Piala Dunia 2026 menyusul meningkatnya ketegangan politik dan kekhawatiran keamanan bagi para pemain dalam situasi konflik yang tengah berkecamuk antara United States dan Israel.
Keputusan pemerintah Iran ini diambil demi keselamatan tim nasional sepak bola mereka, Team Melli, dan stabilitas dalam negeri menjelang turnamen sepak bola terbesar dunia.
Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali menegaskan bahwa prioritas utama negara adalah melindungi keselamatan atlet.
“Mempertimbangkan kondisi saat ini, kami tidak dapat berpartisipasi di Piala Dunia dalam keadaan apa pun,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang mengonfirmasi Iran resmi mundur dari Piala Dunia 2026.
Selain Iran, muncul berbagai rumor bahwa beberapa negara besar juga dikaitkan dengan kemungkinan mempertimbangkan mundur atau boikot turnamen, meski belum ada konfirmasi resmi dari federasi sepak bola maupun FIFA.
Menurut laporan yang beredar, negara-negara yang masuk dalam wacana tersebut mencakup Jerman, Denmark, Afrika Selatan, Belgia, Belanda, dan Prancis.
Rumor itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan politik global yang melibatkan negara tuan rumah dan kebijakan luar negeri beberapa negara besar.
Dalam beberapa spekulasi, Jerman disebut sebagai salah satu negara yang kemungkinan mempertimbangkan mundur karena tekanan politik domestik terhadap partisipasi dalam turnamen yang digelar terutama di United States.
Meski begitu, federasi sepak bola Jerman belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah mundur atau boikot tersebut.
Baca Juga: Spanyol Pertimbangkan Mundur dari Piala Dunia 2026
Begitu pula dengan Prancis, yang beberapa kalangan spekulatif kaitkan dengan isu geopolitik, terutama kritik terhadap kebijakan luar negeri negara-negara tuan rumah.
Belum ada pernyataan resmi dari Fédération Française de Football mengenai niat mundur.
Rumor mundurnya Belanda juga sempat beredar di beberapa kanal media, terutama yang mengaitkan ketegangan diplomatik dengan keputusan federasi sepak bola mereka, namun ini tetap berada pada level spekulasi tanpa konfirmasi resmi.
Begitu pula Belgia dan Denmark, yang dikaitkan dalam narasi rumor karena reaksi suporter atau beberapa tokoh publik di negaranya terhadap konflik global, terutama terkait keterlibatan Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama.
Tidak ada pernyataan resmi federasi sepak bola dari kedua negara itu yang mendukung rumor mundur.
Afrika Selatan juga masuk dalam daftar rumor tersebut, sebagian karena ketidakpastian keamanan internasional dan tekanan politik dalam negeri. Federasi sepak bola negara tersebut belum mengeluarkan sikap resmi terkait rumor ini.
Sementara itu, Presiden United States Donald Trump sempat menyatakan bahwa keikutsertaan timnas Iran di turnamen ini “tidak pantas” demi isu keselamatan para pemain dan atlet.
Pernyataan itu muncul di tengah perdebatan publik soal keamanan dan benturan politik global mengingat konflik yang terjadi antara AS dan Iran.
Piala Dunia FIFA World Cup 2026 akan digelar oleh tiga negara tuan rumah: United States, Mexico, dan Canada, dengan jumlah peserta mencapai 48 tim nasional.
Mundurnya Iran resmi mundur dari Piala Dunia 2026 dan adanya rumor terkait negara-negara besar lain menjadi perhatian global tentang dampak geopolitik terhadap dunia olahraga.
Baca Juga: “Tim di Atas Ego!” Cristiano Ronaldo Siap Jadi Cadangan di Piala Dunia Demi Portugal
Sejarah mencatat bahwa mundurnya peserta setelah lolos kualifikasi di era modern sangat jarang terjadi.
Langkah Iran ini menjadi sorotan besar, sementara rumor soal negara lain terus memicu spekulasi tentang kemungkinan boikot yang dapat memengaruhi dinamika dan persaingan Piala Dunia 2026.
Editor : Marthadi