LombokPost - Stadion Emirates gempar. Harapan Arsenal untuk menjuarai Premier League musim ini kembali membara berkat aksi heroik seorang bocah berusia 16 tahun, Max Dowman. Pemain muda yang bahkan belum menempuh ujian GCSE ini sukses menjadi pembeda saat Arsenal membungkam Everton dengan skor 2-0 pada Sabtu sore.
Max Dowman mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah Premier League. Gol perdana Max Dowman untuk skuad utama Arsenal ini memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh James Vaughan dan melampaui catatan legenda Inggris, Wayne Rooney. Aksi individu Max Dowman yang melewati pertahanan Everton sebelum menceploskan bola ke gawang kosong disebut sebagai salah satu momen terbaik musim ini.
Kehadiran Max Dowman di skuad asuhan Mikel Arteta seolah menjadi oase di tengah persaingan sengit Premier League. Meskipun masih remaja, Max Dowman sudah menunjukkan bakat yang disebut-sebut sejajar dengan Lionel Messi oleh legenda Chelsea, John Terry. Kecepatan dan ketenangan Max Dowman saat membawa bola membuat lini belakang lawan kocar-kacir, sekaligus memberikan tekanan bagi para pemain senior di tim utama Arsenal.
Namun, di balik kegembiraan publik London Utara, kemunculan Max Dowman menjadi berita buruk bagi beberapa bintang Arsenal. Posisi Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard kini dikabarkan terancam. Performa Gabriel Martinelli musim ini merosot tajam dengan hanya mengoleksi satu gol di liga, sementara Leandro Trossard juga kesulitan menemukan sentuhan terbaiknya akibat badai cedera yang berulang.
Efektivitas Max Dowman yang langsung nyetel dengan strategi Mikel Arteta membuat masa depan Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard di Arsenal menjadi tanda tanya besar. Dengan munculnya opsi penyerang baru seperti Max Dowman, ditambah keberadaan Noni Madueke dan rumor kedatangan Eberechi Eze, manajemen Arsenal dilaporkan mulai mempertimbangkan untuk melepas pemain yang minim kontribusi pada bursa transfer musim panas mendatang.
Bagi Mikel Arteta, meledaknya performa Max Dowman adalah berkah sekaligus tantangan dalam meracik komposisi pemain. Jika Max Dowman terus tampil konsisten di sisa musim Premier League, bukan tidak mungkin pemain sekaliber Martin Odegaard atau Bukayo Saka harus bekerja ekstra keras untuk menjaga posisinya. Saat ini, Max Dowman telah membuktikan bahwa usia hanyalah angka di lapangan hijau.
Seiring merapatnya Manchester City yang kehilangan poin, momentum yang diciptakan Max Dowman bisa menjadi kunci Arsenal meraih trofi. Namun bagi Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard, mereka harus segera bangkit jika tidak ingin didepak dari Emirates Stadium. Persaingan di lini depan Arsenal kini memasuki babak baru berkat sang "Wonderkid", Max Dowman.
Editor : Pujo Nugroho