Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mikel Arteta Alami Dilema Berat Jelang Duel Arsenal vs Manchester City di Final Carabao Cup

Pujo Nugroho • Kamis, 19 Maret 2026 | 21:44 WIB

Manajer Arsenal Mikel Arteta optimisi hadapi laga kontra Bayer Leverkusen di babak 16 besar Liga Champions.
Manajer Arsenal Mikel Arteta optimisi hadapi laga kontra Bayer Leverkusen di babak 16 besar Liga Champions.

 

 

LombokPost - Pekan ini benar-benar menjadi momen krusial bagi Mikel Arteta. Bayangkan saja, dalam hitungan hari, Arsenal berhasil melesat dengan keunggulan sembilan poin di puncak klasemen Premier League. Kesuksesan itu pun disempurnakan dengan keberhasilan menembus delapan besar Liga Champions usai menyingkirkan Bayer Leverkusen.

Kini, fokus beralih ke Wembley. Duel panas Arsenal vs Manchester City di Final Carabao Cup sudah di depan mata. Namun, di balik performa gemilang The Gunners, Mikel Arteta justru sedang pusing tujuh keliling menentukan starting line-up terbaiknya.

Pertanyaan besar pertama yang menghantui jelang laga Arsenal vs Manchester City adalah posisi kreator serangan. Martin Odegaard memang sang kapten, namun performa Eberechi Eze belakangan ini sulit untuk diabaikan. Eze baru saja mencetak gol spektakuler ke gawang Leverkusen yang membuat fans berdecak kagum.

Banyak yang menilai bahwa dampak Eze saat ini lebih terasa dibanding Odegaard. Jika Arteta salah pilih dalam laga kontra Manchester City nanti, trofi Carabao Cup bisa saja melayang ke tangan Pep Guardiola. Di sisi lain, mengandalkan Viktor Gyokeres atau Kai Havertz di lini depan juga menjadi perjudian besar bagi sang manajer.

Meski skuad sedang on fire, ada satu keputusan yang dianggap mudah bagi Arteta jelang bentrok Arsenal vs Manchester City. Sosok tersebut adalah Jurrien Timber. Tak bisa dipungkiri, Timber adalah bek kanan jempolan musim ini, namun sang pemain asal Belanda tersebut terlihat sangat kelelahan dalam beberapa laga terakhir.

Memaksakan Timber dalam intensitas tinggi laga di Wembley bisa menjadi bumerang. Di sinilah peran Ben White menjadi sangat krusial. Kembalinya Ben White dari cedera memberikan keseimbangan yang selama ini dicari Arteta.

Statistik membuktikan bahwa kehadiran Ben White membuat Bukayo Saka bermain jauh lebih efektif. Dalam kemenangan atas Leverkusen, Ben White lebih banyak fokus memberikan suplai bola langsung ke Bukayo Saka daripada melakukan overlapping yang tidak perlu.

Strategi ini terbukti ampuh. Dengan sokongan Ben White, Bukayo Saka bisa mendapatkan posisi lebih bebas di dalam kotak penalti lawan. Jika skema ini diulang, Bukayo Saka diprediksi akan menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan The Citizens.

Arteta harus berani mengambil keputusan ekstrem. Menepikan Timber dan mempercayakan pos bek kanan kepada Ben White bisa menjadi formula paten untuk meraih gelar juara. Pertandingan final Carabao Cup ini bukan sekadar soal kualitas individu, tapi soal siapa yang paling bugar dan memiliki koneksi antar-pemain yang paling kuat.

 

Editor : Pujo Nugroho
#final carabao cup #the gunners #mikel arteta #manchester city #arsenal