Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Manchester City Terpuruk Jelang Final Carabao Cup, Nasib Pep Guardiola di Ujung Tanduk?

Pujo Nugroho • Kamis, 19 Maret 2026 | 21:56 WIB

Pep Guardiola serukan dukungan untuk Palestina jelang laga Catalonia vs Palestina, menilai dunia terlalu lama diam melihat penderitaan rakyat sipil.
Pep Guardiola serukan dukungan untuk Palestina jelang laga Catalonia vs Palestina, menilai dunia terlalu lama diam melihat penderitaan rakyat sipil.

 

LombokPost - Awan mendung tengah menyelimuti Etihad Stadium. Manchester City berada dalam situasi penuh ketidakpastian saat mereka bersiap menghadapi Arsenal di Final Carabao Cup akhir pekan ini. Di saat sang rival, Arsenal, tengah terbang tinggi usai melaju ke delapan besar Liga Champions, armada Pep Guardiola justru harus menelan pil pahit karena tersingkir dari kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.

Kekalahan menyakitkan di kancah Eropa membuat mental pemain Manchester City dipertanyakan. Tak hanya itu, ambisi mereka untuk mempertahankan gelar Premier League juga mulai menipis setelah tertinggal sembilan poin dari Arsenal. Kondisi ini membuat laga Manchester City vs Arsenal di Wembley Stadium menjadi satu-satunya harapan tersisa bagi The Citizens untuk meraih trofi musim ini.

Di tengah persiapan yang kacau, rumor mengenai masa depan Pep Guardiola kian kencang berhembus. Meski kontraknya masih tersisa hingga akhir musim depan, manajemen Manchester City kabarnya mulai was-was. Kabar ini tentu bukan persiapan yang ideal bagi tim yang akan bertanding di partai puncak sebesar Final Carabao Cup.

Pakar transfer kenamaan, Fabrizio Romano, memberikan kabar terbaru melalui kanal YouTube-nya. Menurut Romano, pihak manajemen dan pemilik Manchester City saat ini hanya bisa menunggu keputusan final dari sang manajer. "Situasinya masih sangat terbuka. Pihak klub menunggu Pep untuk memutuskan langkah selanjutnya," ujar Romano.

Melihat tren performa saat ini, Arsenal jelas lebih diunggulkan untuk mengangkat trofi. Anak asuh Mikel Arteta sedang dalam kepercayaan diri tinggi, sementara Manchester City sedang dalam tren negatif setelah rentetan hasil imbang di liga dan tersingkir dari Liga Champions. Krisis performa ini menjadi tantangan berat bagi Pep Guardiola untuk membangkitkan mental anak asuhnya.

Namun, mengabaikan kekuatan Manchester City begitu saja bisa menjadi kesalahan besar bagi The Gunners. City memiliki sejarah panjang dan pengalaman luar biasa di ajang Carabao Cup. Dalam satu dekade terakhir, mereka adalah penguasa kompetisi ini. Pengalaman bertanding di partai final seringkali menjadi pembeda meski sebuah tim sedang dalam kondisi tidak stabil.

Bagi Pep Guardiola, memenangkan laga Manchester City vs Arsenal akhir pekan ini bukan sekadar menambah koleksi trofi. Ini adalah pembuktian bahwa ia masih memiliki kendali penuh atas timnya di tengah spekulasi hengkang yang makin liar. Jika kembali kalah, musim ini bisa berakhir tragis bagi City tanpa satu pun gelar bergengsi.

Wembley akan menjadi saksi apakah Manchester City mampu bangkit dari keterpurukan atau justru Arsenal yang akan mengukuhkan dominasi mereka musim ini. Ketegangan jelang Final Carabao Cup ini dipastikan akan memuncak hingga peluit kick-off dibunyikan pada hari Minggu nanti.

Editor : Pujo Nugroho
#carabao cup #The Citizens #pep guardiola #manchester city #arsenal