Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Timnas Tinggal Perkuat Chemistry

Redaksi • Rabu, 1 April 2026 | 09:45 WIB
Timnas Indonesia dari Bulgaria pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (30/3). (JAWA POS)
Timnas Indonesia lawan Timnas Bulgaria pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (30/3). (JAWA POS)

LombokPost - Kekalahan 0-1 yang diderita Timnas Indonesia dari Bulgaria pada final FIFA Series 2026 (30/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, tidak membuat Kepala Badan Tim Nasional (BTN) Indonesia, Sumardji, larut dalam kekecewaan.

Ia justru menegaskan bahwa fokus utama timnas saat ini adalah membangun fondasi kuat untuk masa depan.

Sumardji menilai lawan yang dihadapi memang memiliki kualitas tinggi.

Baca Juga: Emil Audero dan Ragnar Oratmangoen Jadi Starter, Ini Prediksi Line-up Mengerikan Timnas Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Namun, ia mengapresiasi penampilan para pemain yang dinilai mampu menjalankan instruksi pelatih, John Herdman, dengan cukup baik di lapangan.

“Lawan yang kita hadapi sangat berat. Namun, para pemain sudah mampu menjalankan peran sesuai instruksi pelatih,” ujarnya.

Sebelum pertandingan, Sumardji mengaku telah memberikan motivasi khusus kepada para pemain. Ia meminta skuad Garuda tetap tampil maksimal, apa pun hasil akhirnya.

Baca Juga: Nyesek! Dominasi Total di GBK, Timnas Indonesia Justru Takluk dari Bulgaria Gara-Gara Penalti "Gaib"

Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana tim mampu menunjukkan permainan terbaik untuk bangsa sekaligus menghibur masyarakat Indonesia dengan performa atraktif.

“Peningkatannya sudah cukup bagus. Namun, tentu harus dievaluasi, bagian mana yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Salah satu fokus utama ke depan adalah membangun chemistry antarpemain. Sumardji menilai hal tersebut menjadi kunci penting dalam perjalanan timnas menuju target besar.

Baca Juga: Harus Solid sejak Kickoff, Herdman Ingin Timnas Tampil Menyerang

Ia bahkan menekankan bahwa keberhasilan Timnas Indonesia untuk menembus Piala Dunia 2030 sangat bergantung pada proses pembentukan kekompakan tim secara bertahap.

“Chemistry ini harus dibangun secara bertahap. Itu kunci utama agar pelatih lebih mudah meramu tim ke depannya,” paparnya.

Sementara itu, meski kalah, secara permainan Indonesia dinilai lebih baik dari Bulgaria. Berdasarkan statistik yang dirilis Lapangbola, Indonesia menguasai 71 persen penguasaan bola.

 Sepanjang pertandingan, Indonesia mencatat total 569 operan dengan akurasi 86 persen. Sementara itu, Bulgaria mencatat 279 operan dengan akurasi 75 persen.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menilai secara keseluruhan performa tim asuhannya menunjukkan hal positif, terutama dari sisi komitmen kolektif, baik dalam aspek fisik maupun penerapan gaya bermain yang diinginkan.

Bahkan, peluang untuk meraih kemenangan terbuka lebar sepanjang pertandingan.

“Ketika Anda bermain di level seperti itu dan peluang terbuka, Anda harus bisa memanfaatkannya. Ini seharusnya menjadi kemenangan bagi Indonesia,” ujar pelatih asal Inggris tersebut.

Pada laga final, Bulgaria menjebol gawang Indonesia melalui sepakan penalti M. Petkov pada menit ke-37. (fiq/ali/JPG/r3)

Editor : Redaksi
#timnas bulgaria #John Herdman #pertandingan #Timnas Indonesia #FIFA series 2026