Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikpora NTB Matangkan Persiapan Pelatda, Demi Target Juara di PON Nusa Tenggara XXII/2028

Pujo Nugroho • Kamis, 2 April 2026 | 12:40 WIB
Atlet panjat tebing NTB saat menjalani kompetisi, beberapa waktu lalu. (DOK/LOMBOK POST)
Atlet panjat tebing NTB saat menjalani kompetisi, beberapa waktu lalu. (DOK/LOMBOK POST)

 

LombokPost - Persiapan menyongsong gelaran akbar PON Nusa Tenggara XXII/2028 terus dikebut. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB kini mulai mematangkan strategi besar, tidak hanya fokus pada kesiapan infrastruktur sebagai tuan rumah, tetapi juga pada kesiapan mental dan fisik para atlet yang akan berlaga. Salah satu langkah konkret yang akan segera diambil adalah pengaktifan kembali Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).

Plt Kepala Dikpora NTB Bowo Soesatyo, menegaskan bahwa persiapan atlet melalui pelatda harus dilakukan sedini mungkin. Hal ini bertujuan agar para atlet memiliki waktu yang cukup untuk mencapai performa puncak saat perhelatan PON 2028 dimulai. Menurutnya, idealnya pemusatan latihan ini sudah harus berjalan setidaknya dua tahun sebelum hari H.

”Untuk program pelatda ini akan kita lakukan secepatnya. Paling tidak dua tahun sebelumnya sudah mulai intensif agar hasil bisa maksimal,” ujar Bowo.

Baca Juga: Arsenal Kena Mental! Piero Hincapie Tumbang, Daftar Pasien Mikel Arteta Makin Panjang

Bowo menjelaskan bahwa kompisisi atlet yang akan menghuni pelatda nantinya akan dipantau melalui ajang Porprov 2026. Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut akan menjadi pintu masuk utama bagi para atlet potensial untuk membuktikan kemampuan mereka. Dari sanalah, pemerintah akan menyaring cabang olahraga (cabor) mana saja yang memiliki potensi besar menyumbang medali di PON 2028.

Terkait keberlanjutan atlet-atlet peraih medali di PON Aceh-Sumut 2024, Bowo menyebut pintu pelatda tetap terbuka lebar. Namun, status mereka akan tetap dievaluasi berdasarkan kondisi fisik terkini serta faktor kompetitif lainnya. Targetnya jelas, hanya atlet dengan performa terbaik yang akan dikirim untuk menjaga gengsi sebagai tuan rumah PON 2028.

Sementara itu, Ketua KONI NTB Mori Hanafi. Baginya, pelatda adalah harga mati jika ingin meraih prestasi. Sebagai tuan rumah PON 2028, NTB memikul tanggung jawab besar untuk tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga sukses secara prestasi dengan menyabet banyak medali emas di PON 2028 NTB-NTT.

”Kita tentu tidak hanya ingin sukses penyelenggaraan, tapi juga harus sukses prestasi di rumah sendiri. Program pelatda ini sangat krusial untuk mematangkan kontingen kita,” kata Mori Hanafi.

Baca Juga: Lapor ke Menpora, Ketum KONI Pusat Pastikan Persiapan PON XXII 2028 NTT-NTB Terus Dikebut, Menpora Bakal Umumkan Cabor

Menurut Mori, efektivitas pelatda sudah terbukti nyata dalam sejarah keikutsertaan NTB di ajang olahraga nasional. Sejak PON Jawa Barat 2016 hingga PON Aceh-Sumut 2024, tren prestasi atlet NTB terus menunjukkan grafik meningkat. Keberhasilan tersebut dinilai berbanding lurus dengan durasi persiapan yang dilakukan melalui pelatda.

”Prestasi yang meningkat itu bukan kebetulan, tapi karena para atlet sudah melakukan persiapan lama melalui pelatda. Itulah mengapa untuk persiapan PON 2028, kita harus mulai lebih awal agar prestasi NTB berkibar di podium tertinggi,” pungkasnya.

Editor : Pujo Nugroho
#Dikpora NTB #PON Nusa Tenggara XXII/2028 #Pon 2028 #KONI NTB #Pelatda