LombokPost - Meski tampil luar biasa di awal musim MotoGP 2026, Marco Bezzecchi justru merendah. Pembalap Aprilia Racing itu menegaskan dirinya belum pantas disebut kandidat juara.
Performa Marco Bezzecchi memang sedang berada di puncak. Kendati sempat terjatuh dalam Sprint di Grand Prix Amerika Serikat, ia bangkit dengan gemilang pada balapan utama. Start dari posisi keempat, Bezzecchi langsung melesat ke depan dan memimpin lomba hingga finis pertama.
Kemenangan tersebut semakin mengukuhkan dominasi Marco Bezzecchi di MotoGP 2026. Ia kini memimpin klasemen dengan 81 poin, unggul jauh dari rival terdekatnya, Marc Marquez.
Baca Juga: Drama Gila COTA! Jorge Martin Menang Sprint MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez-Diggia Crash!
"Sejujurnya, saya tidak pernah menyangka akan mengalami hari seperti ini. Setelah kecelakaan kemarin, tidak mudah untuk tetap fokus. Kesalahan kecil dapat berakibat besar. Saya melakukan kesalahan besar, dan saya sedih dan terpukul, tetapi untungnya, semua orang di tim ada di sana untuk saya, memberi saya energi untuk terus berjuang dan terus bekerja," ujarnya.
Tak hanya itu, Bezzecchi juga mencatatkan rekor luar biasa. Ia sukses membukukan lima kemenangan Grand Prix beruntun sejak GP Portugal 2025. Catatan ini membuatnya sejajar dengan legenda seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez dalam era modern MotoGP.
Namun, di tengah performa dominan tersebut, Marco Bezzecchi justru menolak label sebagai kandidat juara MotoGP 2026.
"Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Saya tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaan saya. Saya tidak pernah berpikir hal seperti ini akan terjadi. Seperti semua pembalap lainnya, saya telah bekerja keras untuk mencapai hasil ini, tetapi saya tidak pernah membayangkan itu akan terjadi. Seperti yang selalu saya katakan, saya harus tetap rendah hati. Pada akhirnya, ini hanyalah angka. Dan saya ingin terus seperti itu," tuturnya.
Bezzecchi menilai dirinya masih kerap melakukan kesalahan, termasuk saat Sprint di COTA. Hal itu menjadi alasan utama ia belum ingin disebut sebagai penantang gelar.
"Saya sama sekali tidak memikirkan hal itu. Itu adalah impian bagi setiap pembalap, tapi saya rasa saya belum berada di level itu. Saya selalu berusaha tetap kompetitif, tapi saya rentan melakukan kesalahan seperti yang terjadi saat Sprint. Selama saya masih melakukan kesalahan-kesalahan semacam itu, saya rasa saya belum bisa disebut sebagai pesaing," tandasnya.
Dengan musim yang masih panjang, Marco Bezzecchi memilih fokus menjaga konsistensi di MotoGP 2026. Meski memimpin klasemen, ia menegaskan perjalanan menuju gelar masih jauh. Marco Bezzecchi, MotoGP 2026, dan peluang juara dunia akan terus menjadi sorotan jelang seri berikutnya di Jerez.
Editor : Rury Anjas Andita