LombokPost - Iga Swiatek resmi memulai babak baru dengan menunjuk pelatih anyar jelang musim clay court. Keputusan Swiatek rekrut pelatih baru ini menjadi sorotan besar setelah performa Swiatek 2026 belum konsisten, termasuk kegagalan di Miami Open.
Langkah besar diambil Iga Swiatek dengan merekrut Francisco Roig ke dalam timnya. Pengumuman ini datang hanya beberapa hari setelah ia berpisah dengan Wim Fissette, menandai fase penting dalam perjalanan kariernya musim ini.
"Selamat datang di tim, Francisco! Sangat bersemangat untuk babak baru ini," tulis Swiatek dalam unggahan media sosialnya.
Keputusan Swiatek rekrut pelatih baru ini tidak lepas dari hasil yang kurang memuaskan sepanjang awal musim Swiatek 2026. Setelah sempat berjaya bersama Tomasz Wiktorowski dan meraih berbagai gelar, termasuk Wimbledon bersama Fissette, performa Swiatek mulai menurun.
Petenis asal Polandia itu bahkan gagal melangkah jauh dalam empat turnamen terakhirnya. Di Miami Open, ia tersingkir lebih awal usai kalah dari Magda Linette—hasil yang mengakhiri rekor impresifnya dalam laga pembuka turnamen.
"Saya sangat kecewa dan sedih dengan penampilan saya," kata Swiatek. "Saya merasa memikul banyak ekspektasi dan saya tidak bisa memenuhinya saat ini. Saya perlu menyingkirkannya karena permainan saya belum cukup bagus untuk memiliki ekspektasi apa pun. Saya rasa saya sedikit bingung, tetapi tidak ada jalan lain selain maju dan saya hanya akan berusaha keras untuk bangkit kembali dari situ," tandasnya.
Di tengah tekanan performa Swiatek 2026, kehadiran Francisco Roig diharapkan membawa perubahan signifikan. Roig dikenal luas sebagai bagian penting dari tim Rafael Nadal selama hampir dua dekade, serta pernah melatih nama besar seperti Matteo Berrettini dan Emma Raducanu.
Langkah Swiatek rekrut pelatih baru ini juga menjadi sinyal kuat bahwa ia ingin bangkit di musim tanah liat, permukaan yang selama ini menjadi kekuatannya.
Saat ini, Swiatek tengah menjalani persiapan di Akademi milik Rafael Nadal di Spanyol. Turnamen berikutnya adalah Porsche Tennis Grand Prix yang akan dimulai pada 13 April—ajang di mana ia pernah dua kali menjadi juara.
Editor : Rury Anjas Andita