LombokPost - Jannik Sinner membuka peluang besar untuk merebut kembali posisi nomor satu dunia dari Carlos Alcaraz saat tampil di Monte-Carlo Masters pekan ini. Namun, petenis Italia itu menegaskan bahwa persaingan menuju puncak ATP tidak akan ditentukan hanya dari satu turnamen.
Datang dengan performa luar biasa sepanjang Maret, Sinner memegang kendali atas nasibnya sendiri. Setelah sempat tersingkir di Doha, ia bangkit dengan dominan di Indian Wells dan Miami, bahkan menyapu bersih gelar “Sunshine Double” tanpa kehilangan satu set pun.
Menatap musim lapangan tanah liat, Sinner mengakui tantangan yang berbeda dibanding hard court. Ia tetap percaya diri dengan peluangnya, meski menyebut clay bukan permukaan favoritnya.
“Persiapannya berjalan baik sejak Indian Wells. Memang berbeda karena lapangan tanah liat lebih menguras fisik, tetapi saya merasa bisa bermain bagus di sini,” ujar Sinner.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman bertanding dalam kondisi berat sebelumnya sangat membantunya menghadapi laga-laga panjang di clay.
Secara matematis, peluang Sinner cukup jelas. Jika mampu menjuarai Monte-Carlo, ia dipastikan merebut kembali ranking 1 dunia, terlepas dari hasil yang diraih Alcaraz. Saat ini, keduanya hanya dipisahkan selisih tipis dalam perburuan poin ATP musim ini.
Meski demikian, Sinner memilih untuk tidak terlalu terpaku pada hitungan tersebut. Ia menegaskan bahwa perjalanan musim masih panjang, terutama di rangkaian turnamen lapangan tanah liat.
“Tidak ada satu turnamen pun yang menentukan siapa nomor satu atau dua. Saya hanya ingin fokus memenangkan sebanyak mungkin pertandingan,” tegasnya.
Persaingan Sinner dan Alcaraz memang menjadi sorotan utama musim ini. Setelah kalah dari Alcaraz di final US Open tahun lalu, Sinner sempat kehilangan posisi puncak. Namun, performa impresifnya belakangan ini kembali membuka peluang besar untuk merebut takhta tersebut.
Di Monte-Carlo, Sinner akan memulai langkahnya menghadapi wildcard muda Moise Kouame atau petenis Prancis Ugo Humbert. Sementara itu, Alcaraz datang sebagai juara bertahan dengan rekor luar biasa di lapangan tanah liat musim lalu.
Dengan jarak poin yang sangat tipis dan performa keduanya yang sama-sama impresif, duel perebutan ranking 1 dunia dipastikan akan menjadi cerita panjang sepanjang musim, bukan hanya di Monte-Carlo.
Editor : Rury Anjas Andita