LombokPost – Pengurus Provinsi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya mengangkat citra domino sebagai olahraga berpikir melalui agenda Training of Referee (pelatihan wasit) dan pelantikan pengurus periode 2026-2030.
Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 April 2026 itu dipusatkan di Aula Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB. Agenda ini menjadi tonggak penting dalam upaya standarisasi kompetisi sekaligus penguatan organisasi domino di daerah.
Dalam pelantikan tersebut, Ketua ORADO NTB periode 2026-2030 resmi dijabat oleh I Putu Dedy Saputra, yang dilantik oleh perwakilan PB ORADO, Ketua Bidang OK Muh. Imam Taufik Rusdin.
Pelantikan ini diharapkan membuka babak baru bagi perkembangan olahraga domino di NTB agar lebih profesional dan diterima luas oleh masyarakat.
Standarisasi Wasit Jadi Prioritas
Sejalan dengan pelantikan, ORADO NTB juga menggelar Training of Referee yang menghadirkan Ketua Bidang Teknik dan Wasit PB ORADO,Isra Prasetya Idris.
Pelatihan ini diikuti perwakilan calon wasit dari 10 Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO kabupaten/kota se-NTB. Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan pengukuhan 10 Pengcab ORADO se-NTB.
Ketua Panitia Shandi Maulani Ahmad, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah krusial dalam membangun ekosistem domino yang profesional.
“Tujuan utama kami adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu melakukan pembinaan atlet secara terukur. Kami juga ingin mengubah persepsi masyarakat bahwa domino adalah olahraga strategi, bukan perjudian,” tegasnya.
Ubah Stigma, Dorong Prestasi
Ketua ORADO NTB I Putu Dedy Saputra, menambahkan bahwa kepengurusan baru bersama wasit tersertifikasi di tiap daerah akan menjadi fondasi perubahan paradigma masyarakat terhadap domino.
Menurutnya, olahraga ini harus dipandang sebagai ajang kompetisi berbasis kecerdasan, strategi, dan sportivitas, bukan lagi identik dengan praktik negatif.
Dengan selesainya pelatihan ini, seluruh Pengcab di NTB diharapkan segera menggelar kejuaraan resmi dengan standar regulasi yang mengacu pada PB ORADO.
“Ke depan, domino di NTB harus menjadi olahraga prestasi yang membanggakan,” tandasnya.
Editor : Rury Anjas Andita