LombokPost - Aryna Sabalenka terus menegaskan dominasinya di tenis putri dunia. Pekan ini, petenis Belarus tersebut mencatat tonggak baru dengan mencapai 77 minggu berturut-turut sebagai peringkat satu dunia WTA, sekaligus melampaui legenda Chris Evert dalam daftar sepanjang masa.
Dengan catatan tersebut, Sabalenka kini naik ke posisi ke-11 dalam daftar pemain dengan rekor terlama di puncak ranking dunia secara beruntun. Ia juga semakin dekat menembus 10 besar, dengan target berikutnya adalah Martina Hingis yang mencatat 80 minggu berturut-turut sebagai No. 1 dunia.
Dominasi Sabalenka musim ini memang luar biasa. Ia membuka 2026 dengan performa nyaris sempurna, mencatat rekor 23-1 dalam tiga bulan pertama. Tiga gelar berhasil diraih, termasuk di Brisbane, Indian Wells, dan Miami—yang sekaligus menandai keberhasilannya menyapu “Sunshine Double”.
Satu-satunya kekalahan Sabalenka musim ini terjadi saat menghadapi Elena Rybakina di final Australian Open. Namun setelah itu, ia tampil nyaris tak terbendung, bahkan hanya kehilangan dua set dalam 12 kemenangan beruntun di rangkaian Indian Wells dan Miami.
Secara statistik, Sabalenka juga tampil superior. Ia telah memenangkan 47 dari 51 set sepanjang musim ini, serta mengoleksi 11.025 poin—unggul jauh dari Rybakina di posisi kedua.
Di papan sejarah, daftar pemain dengan minggu terbanyak sebagai No. 1 dunia masih dipimpin oleh Steffi Graf dan Serena Williams dengan 186 minggu berturut-turut. Di bawahnya terdapat Martina Navratilova, Ashleigh Barty, serta nama-nama besar lainnya.
Meski begitu, dengan performa konsisten yang ditunjukkan saat ini, peluang Sabalenka untuk terus naik dalam daftar tersebut terbuka lebar.
Selanjutnya, Sabalenka dijadwalkan tampil di turnamen WTA 500 Stuttgart. Meski belum pernah juara di sana, ia memiliki catatan impresif dengan empat kali mencapai final—menjadi sinyal kuat bahwa dominasinya belum akan berhenti dalam waktu dekat.
Editor : Rury Anjas Andita