LombokPost - Carlos Alcaraz tak bisa menyembunyikan antusiasmenya menyambut musim lapangan tanah liat 2026. Petenis nomor satu dunia itu mengaku sangat merindukan bermain di permukaan favoritnya saat kembali tampil di Monte-Carlo Masters.
“Saya sangat senang kembali ke Monte-Carlo. Ini turnamen pertama musim lapangan tanah liat bagi saya, dan jujur saya sangat merindukannya,” ujar Alcaraz.
Sebagai juara bertahan, Alcaraz datang dengan kepercayaan diri tinggi, meski memilih tetap fokus pada peningkatan performa daripada tekanan mempertahankan gelar.
“Berada di sini sebagai juara bertahan adalah sesuatu yang tidak saya pikirkan. Saya hanya ingin terus berkembang dan melihat hasilnya nanti,” tambahnya.
Monte-Carlo sendiri memiliki makna penting dalam perjalanan karier Alcaraz. Ia menyebut turnamen ini sebagai titik balik performanya pada musim 2025. Saat itu, setelah mengalami dua kekalahan beruntun, Alcaraz justru bangkit dan mencatatkan 33 kemenangan dari 34 pertandingan berikutnya sepanjang musim tanah liat.
“Minggu ini sangat penting. Ini adalah titik balik saya tahun lalu. Saya mulai memahami bagaimana saya harus bermain dan semuanya menjadi lebih baik setelah itu,” jelasnya.
Lapangan tanah liat memang menjadi habitat alami Alcaraz. Sejak kecil, ia tumbuh dan berlatih di permukaan tersebut, yang membuatnya memiliki statistik impresif dengan persentase kemenangan mencapai 84,4 persen. Catatan itu hanya kalah dari dua legenda, Rafael Nadal dan Bjorn Borg.
“Saya mulai bermain tenis di lapangan tanah liat sejak usia empat tahun. Jadi selalu ada perasaan spesial setiap kali kembali ke permukaan ini,” ungkapnya.
Meski sempat tersingkir lebih awal di Miami oleh Sebastian Korda, Alcaraz tetap optimistis bisa kembali ke performa terbaiknya di Monte-Carlo. Di pertandingan perdana, ia akan menghadapi petenis Argentina Sebastian Baez.
Selain memburu gelar, Alcaraz juga tengah bersaing ketat dengan Jannik Sinner dalam perebutan posisi nomor satu dunia. Hal ini membuat performanya di Monte-Carlo menjadi krusial untuk menjaga dominasinya di puncak ranking ATP.
Bagi Alcaraz, Monte-Carlo bukan sekadar turnamen pembuka musim tanah liat, tetapi juga panggung ideal untuk kembali membangun momentum kemenangan.
Editor : Rury Anjas Andita