LombokPost - Carlos Alcaraz menunjukkan sikap realistis di tengah ketatnya persaingan perebutan ranking 1 dunia dengan Jannik Sinner. Meski tampil impresif di Monte-Carlo Masters, Alcaraz mengakui bahwa posisinya di puncak ATP tidak akan bertahan selamanya.
Pernyataan itu muncul setelah Alcaraz meraih kemenangan meyakinkan 6-1, 6-3 atas Sebastian Baez. Di hari yang sama, Sinner juga tampil dominan dengan hanya kehilangan tiga gim saat mengalahkan Ugo Humbert.
“Sejujurnya, saya akan kehilangan peringkat nomor satu dunia suatu saat nanti. Saya tidak tahu apakah itu akan terjadi di turnamen ini atau berikutnya,” ujar Alcaraz.
Petenis Spanyol itu menyadari tekanan besar yang dihadapinya dalam mempertahankan posisi puncak. Ia harus menjaga banyak poin dari musim sebelumnya, sementara Sinner justru berada dalam posisi lebih menguntungkan untuk menambah poin.
Secara matematis, satu-satunya cara Alcaraz memastikan tetap menjadi nomor satu dunia setelah Monte-Carlo adalah dengan mempertahankan gelarnya. Namun, tantangan ke depan tidak ringan. Ia masih harus mempertahankan sekitar 3.300 poin sepanjang musim lapangan tanah liat, jauh lebih banyak dibanding Sinner yang hanya memiliki beban 1.950 poin.
Meski begitu, Alcaraz menegaskan bahwa fokus utamanya bukan ranking, melainkan performa di lapangan.
“Saya hanya ingin bermain sebaik mungkin dan menikmati musim lapangan tanah liat. Mari kita lihat bagaimana hasilnya nanti,” katanya.
Persaingan Alcaraz dan Sinner memang menjadi sorotan utama musim ini. Tahun lalu, Alcaraz unggul dalam duel di lapangan tanah liat dengan mengalahkan Sinner di final Roma dan Roland Garros—termasuk kemenangan dramatis setelah menyelamatkan tiga match point di Paris.
Namun, Alcaraz menyadari bahwa rivalnya kini datang dengan motivasi lebih besar.
“Saya tahu Jannik. Dia selalu kembali lebih kuat setelah kalah. Saya yakin dia akan lebih berbahaya di lapangan tanah liat tahun ini,” ungkapnya.
Alcaraz sendiri tampil hampir sempurna saat menghadapi Baez. Ia mengaku bahkan terkejut dengan performanya di laga pembuka, mengingat ini adalah pertandingan pertamanya di lapangan tanah liat dalam hampir setahun.
“Saya terkejut dengan pergerakan dan pukulan saya. Saya merasa sangat baik di lapangan,” ujarnya.
Editor : Rury Anjas Andita