LombokPost--Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memberikan pernyataan mengejutkan usai laga panas melawan Barcelona di perempat final Liga Champions.
Meski memberikan apresiasi setinggi langit kepada bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, pelatih berjuluk El Cholo ini menegaskan bahwa tingkat mentalitas Cristiano Ronaldo tetap tidak tertandingi oleh siapapun di dunia sepak bola hingga saat ini.
Dalam sesi konferensi pers, Diego Simeone mengakui sempat merasa khawatir dengan pergerakan Lamine Yamal yang tampil sangat percaya diri meski usianya masih sangat muda.
Namun, bagi Simeone, dampak yang diberikan Yamal belum bisa disandingkan dengan mentalitas Cristiano Ronaldo.
Menurutnya, CR7 adalah satu-satunya pemain yang mampu membuktikan ucapannya di lapangan sebelum laga dimulai, sebuah kualitas yang membuat Atletico Madrid berkali-kali tersingkir di kompetisi Eropa.
"Saya benar-benar mengira dia (Lamine Yamal) akan menciptakan sesuatu yang istimewa hari ini. Dia bermain dengan percaya diri di usia muda ini, saya akui itu. Tetapi Cristiano Ronaldo adalah satu-satunya pemain yang bisa berbicara sebelum pertandingan dan kemudian benar-benar membuktikannya di lapangan," ujar Diego Simeone sebagaimana dikutip dari laporan jurnalis pakar transfer, Fabrizio Romano.
Pernyataan ini merujuk pada sejarah panjang rivalitas mereka, di mana Cristiano Ronaldo seringkali menjadi momok menakutkan bagi Los Rojiblancos.
Simeone menekankan bahwa kekuatan utama seorang Cristiano Ronaldo bukan sekadar teknik, melainkan mentalitas Cristiano Ronaldo yang mampu memberikan perbedaan besar di momen-momen krusial.
Hal inilah yang menurut Simeone belum ia temukan pada pemain lain, termasuk talenta berbakat milik Barcelona tersebut.
Hingga saat ini, Diego Simeone secara jujur mengakui bahwa rasa hormat tertingginya dalam hal dampak permainan dan mentalitas murni hanya tertuju pada sosok Cristiano Ronaldo.
Meskipun Barcelona memiliki Lamine Yamal yang sangat potensial, standar yang ditetapkan oleh mentalitas Cristiano Ronaldo tetap menjadi tolok ukur tertinggi bagi seorang pemain profesional di mata sang pelatih kawakan asal Argentina tersebut.
Editor : Kimda Farida