Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ikhtiar IMI NTB ‘Tertibkan’ Pembalap Privateer

Lestari Dewi • Rabu, 22 April 2026 | 01:33 WIB
IMI NTB merapikan administrasi organisasi yang dinilai masih longgar saat Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) IMI NTB, belum lama ini.
IMI NTB merapikan administrasi organisasi yang dinilai masih longgar saat Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) IMI NTB, belum lama ini.

 

LombokPost-Ikatan Motor Indonesia (IMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan aksi "bersih-bersih" internal. Bukan dalam arti negatif, melainkan merapikan administrasi organisasi yang dinilai masih longgar. Hal ini menjadi poin krusial dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) IMI NTB yang digelar pada 18 April 2026.

Ketua IMI NTB, Taufan Ardiansyah, mengungkapkan kegelisahannya terhadap menjamurnya pelaku balap yang masih berstatus privateer atau berdiri sendiri. Fenomena ini dianggap sebagai ganjalan dalam menciptakan sistem pembinaan yang terukur di daerah.

“Agenda yang paling utama adalah merapikan administrasi. Kita terlalu banyak privateer. Kami ingin menggabungkan mereka dalam satu klub resmi agar poin klub-klub di bawah naungan IMI NTB bisa meningkat,” tegas Taufan. 

Baca Juga: Belajar dari Buriram, MGPA Kebut Persiapan MotoGP Mandalika 2026

Bagi Taufan, kesolidan organisasi adalah harga mati. Apalagi, IMI NTB mulai menatap agenda besar Musyawarah Provinsi (Musprov) pada 2027 mendatang. Penertiban klub ini diharapkan menjadi pondasi kuat sebelum estafet kepemimpinan selanjutnya digulirkan.

Langkah IMI NTB ini mendapat apresiasi dari pengelola Pertamina Mandalika International Circuit, Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Kehadiran manajemen MGPA dalam Rakerprov tersebut menegaskan bahwa hubungan federasi dan pengelola sirkuit bukan sekadar mitra teknis, melainkan sudah menjadi satu ekosistem.

Manajer Track, Motorsport, dan Race Electronic MGPA, Muhammad Awallutfi Andhika Putra, menyebut sinergi ini adalah jembatan menuju standar internasional. Namun, ia juga memberi tantangan baru bagi IMI NTB untuk tidak hanya "jago" di urusan roda dua.

Baca Juga: Absen dari Kalender ARRC 2026, ITDC Fokus Perkuat Event High-Impact di Mandalika

“Ke depan kami berharap IMI NTB dapat mengembangkan divisi roda empat. Peran sebagai regulator sangat penting di sana, mulai dari menyusun aturan, membina peserta, hingga menyiapkan perangkat balap seperti 
steward yang kompeten,” tantang Andhika.

Senada dengan itu, Direktur Utama MGPA Priandhi Satria melihat langkah IMI NTB adalah fondasi profesionalisme. Menurutnya, keberhasilan event internasional di Mandalika sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal dan organisasi yang menaunginya.

“Organisasi yang solid di daerah akan sangat berpengaruh terhadap kualitas penyelenggaraan balap. Kami ingin Mandalika tidak hanya menjadi panggung bagi pembalap dunia, tapi juga pusat pembinaan nasional,” ujar Priandhi.

Dengan penguatan administrasi ini, diharapkan tidak ada lagi talenta lokal yang berjuang sendirian tanpa payung organisasi. Sinergi IMI NTB dan MGPA diproyeksikan mampu mencetak pembalap dan ofisial teknis yang siap "berbicara" di kancah global.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#IMI NTB #Tertibkan #MGPA #pembalap #Rakerprov