Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Arai Agaska Terpelanting, Herjun Atna Kembali Tak Terbendung

Lestari Dewi • Senin, 27 April 2026 | 08:46 WIB
Pembalap NTB Arai Agaska Dibani Laksana ikut memeriksa kondisi motor balapnya bersama tim mekanik usai gagal tuntaskan balapan di kelas Nasional Super Sport 600 CC, Mandalika Racing Series 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Minggu (26/4). (Dewi/Lombok Post)
Pembalap NTB Arai Agaska Dibani Laksana ikut memeriksa kondisi motor balapnya bersama tim mekanik usai gagal tuntaskan balapan di kelas Nasional Super Sport 600 CC, Mandalika Racing Series 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Minggu (26/4). (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost-Aspal panas Sirkuit Internasional Mandalika kembali menyuguhkan drama tingkat tinggi pada putaran kedua Mandalika Racing Series (MRS) 2026, Minggu (26/4).

Di kelas paling bergengsi, Nasional Super Sport 600cc, sorak-sorai penonton berubah menjadi desah kecewa saat pahlawan lokal, Arai Agaska Dibani Laksana, gagal menuntaskan balapan.

Sejak lampu start padam, balapan berlangsung sangat sengit. Arai yang membela tim Yamaha Nitiracing Pikoli DRS Dynavolt RCB tampil agresif dan sempat merangsek di barisan depan untuk memperebutkan posisi podium.

Baca Juga: Mandalika Racing Series Raih Penghargaan Motorsport Magnet di Automotive Respectable Day 2026

Aksi saling salip di tikungan-tikungan teknis Mandalika membuat tensi di paddock maupun tribun penonton memuncak.

Namun petaka datang menjelang empat lap terakhir balapan. Saat berupaya menekan limit motornya untuk mengamankan posisi, pembalap asal NTB itu kehilangan kendali dan terjatuh.

Insiden ini memaksa Arai menyudahi balapan lebih awal dan mengubur mimpinya untuk naik podium di hadapan pendukung sendiri.

Meski gagal finish, performa Arai yang berani meladeni kepungan pembalap-pembalap top nasional tetap mendapat apresiasi dari para penggemar yang memadati sirkuit.

Baca Juga: Aspal Mandalika Membara, Herjun Atna dan Andi Gilang Tak Terbendung di MRS 2026

“Arai membuat kesalahan saat race kedua hari ini, padahal kesempatan (naik) podium sangat besar. Alhamdulillah Arai membuat tontonan yang seru untuk warga Lombok dan mohon maaf untuk semua para pendukung Arai,” ucapnya pada wartawan usai balapan, Minggu (26/4).

Walau terjatuh, Arai memastikan kondisi fisik kakinya tidak mengalami cedera serius. Sehingga rencana dirinya yang akan mengikuti balapan World Super Bike (WSBK) di Ceko pada bulan Mei masih bisa berlanjut.

“Alhamdulillah kaki tidak kenapa-kenapa,” ujarnya.

Terjatuhnya Arai pada menjelang empat lap terakhir balapan, diakui ada kesalahan saat mengerem. Ketika dirinya hendak menge-break, rem motor tidak berfungsi. Ia pun mencoba lebih menekan rem namun justru low side.

“Yah Arai terjatuh,” cetusnya dengan senyum tipis.

Baca Juga: MRS 2026, Kelas Baru Junior Sport 250cc U-18 Jadi Sorotan

Pembalap asal Kota Mataram ini tentu mengaku kecewa tidak bisa menuntaskan balapan tahun pertama di kelas 600 cc tersebut. Tetapi bisa balapan dengan para pembalap senior di kelas yang sama membuat dirinya bangga.

 “Arai cukup senang beradaptasi dengan motor balap 600 cc ini dan akan lebih mempersiapkan diri pada ronde kedua nanti,” kata dia.

Di sisi lain, kelas 600cc kali ini menjadi panggung pembuktian bagi Herjun Atna Firdaus. Pembalap tangguh ini tampil sangat konsisten dan berhasil mempertahankan posisinya sebagai juara pertama pada Race 2 ini.

Baca Juga: Dana Lelang MotoGP Bantu Tekan Stunting, ITDC Intervensi Penurunan Stunting di Desa Rembitan

Ketenangan Herjun dalam menjaga ritme balap membuatnya sulit dikejar oleh rival-rivalnya hingga menyentuh garis finish.

Dominasi tim sayap tunggal semakin lengkap dengan keberhasilan para pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) lainnya yang menguasai podium.

Fadillah Arbi Aditama menyusul di posisi kedua setelah terlibat duel sengit di lap-lap terakhir. Sementara itu, posisi ketiga diamankan oleh Rheza Danica Ahrens, yang melengkapi kegemilangan AHRT di seri kali ini.

Kemenangan Herjun di Mandalika ini semakin mengukuhkan posisinya di klasemen sementara, sekaligus menjadi catatan penting bagi tim-tim lain untuk mengevaluasi strategi di seri berikutnya.

Bagi publik NTB, meski kali ini Arai Agaska harus menelan pil pahit, semangat sang "Local Hero" tetap menjadi magnet utama yang menghidupkan atmosfer balapan di Gumi Tastura.

Terpisah, Corporate Brand Pertamina Persero Yedo Kurniawan menyampaikan, keterlibatan Pertamina pada tahun ketiga MRS 2026 bukan sekadar sponsorship.

Tim Corporate Brand PT Pertamina Persero Yedo Kurniawan (depan tiga kiri) berfoto bersama juara balap kelas National Sport 250 CC dalam ajang Mandalika Racing Series 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Minggu (26/4). (Dewi/Lombok Post)
Tim Corporate Brand PT Pertamina Persero Yedo Kurniawan (depan tiga kiri) berfoto bersama juara balap kelas National Sport 250 CC dalam ajang Mandalika Racing Series 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Minggu (26/4). (Dewi/Lombok Post)

 

Namun dukungan nyata terhadap pembinaan atlet balap motor sejak usia dini. Ajang ini dinilai strategis sebagai wadah pengembangan talenta menuju level yang lebih tinggi.

“Salah satu kelas yang baru adalah kelas Junior Sport 250cc U-18, kelas ini diharapkan menjadi ruang bagi pembalap muda untuk mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri sebelum naik ke jenjang kompetisi yang lebih kompetitif, baik tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Pertamina, kata dia, akan terus memantau perkembangan dan prestasi para pembalap yang berlaga.

Pembinaan berkelanjutan akan dilakukan, termasuk membuka peluang bagi pembalap potensial untuk mendapatkan pelatihan di akademi balap internasional.

“Potensi yang dimiliki cukup besar, sehingga perlu didukung dengan sistem pembinaan yang terarah,” katanya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#600cc #terpelanting #gagal finis #Mandalika Racing Series (MRS) #Arai Agaska Dibani Laksana