LombokPost - Ajang lari lintas alam paling bergengsi, Rinjani 100, kembali mencatatkan sejarah baru pada kategori utama 162 KM. Pelari elit asal China Zairan Li, sukses mengukuhkan diri sebagai juara kategori paling ekstrem tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Zairan Li berhasil menaklukkan jalur Gunung Rinjani dengan catatan waktu yang sangat tajam, yakni 35 jam 5 menit 52 detik.
Prestasi yang diraih Zairan Li di ajang Rinjani 100 tahun ini benar-benar memukau dunia lari internasional. Pasalnya, capaian waktu tersebut secara resmi memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang pelari legendaris asal Nepal Sange Sherpa. Pada edisi terdahulu, Sange mencatatkan waktu 41 jam 4 menit 32 detik. Hal ini membuktikan bahwa intensitas kompetisi Rinjani 100 di jalur lari lintas alam kebanggaan Lombok ini semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Kategori 162K dalam Rinjani 100 memang dikenal sebagai medan tempur bagi para pelari elit dunia. Selain Zairan Li, deretan nama besar seperti Gediminas Grinus, Hieu Ngyen Si, hingga Man Yee Cheung turut bertarung di jalur Trail Run Rinjani yang menantang adrenalin.
Bersama 182 peserta lainnya dari berbagai belahan dunia, mereka harus berjuang menaklukkan puncak Gunung Rinjani dengan batas waktu (cut off time) yang sangat ketat, yakni 55 jam.
Baca Juga: 42 Negara Bakal Ikuti Event Rinjani 100
Rute yang dilewati para peserta Rinjani 100 kategori 162K pun sangat variatif dan melelahkan. Dimulai dari titik start di Pantai Pekendangan, Desa Belanting, pelari harus menuju rumah adat Sembalun, lalu mendaki deretan buit mulai dari Bukit Anak Dara, Bukit Sempana, hingga Bukit Nanggi. Perjuangan berlanjut melintasi Pusuk Sembalun menuju Savana Propok dan Pelawangan Sembalun sebelum akhirnya menggapai titik tertinggi di Puncak Gunung Rinjani.
Setelah mencapai puncak, para kontestan Juara Rinjani 100 ini harus menuruni tebing curam menuju Danau Segara Anak, melewati jalur Senaru serta Torean, hingga kembali lagi ke Pelawangan Sembalun.
Menjelang garis finis di Hotel Nusantara, para pelari masih harus menguras sisa tenaga dengan mendaki Bukit Pergasingan. Kehebatan Zairan Li dalam mengatur ritme di lintasan Rinjani 100 ini menjadi kunci utama keberhasilannya meraih podium tertinggi.
Baca Juga: Arsenal Incar Bintang Galatasaray Baris Alper Yilmaz, Siap Tebus Rp 800 Miliar
Untuk memastikan keamanan dan transparansi kompetisi, panitia Rinjani 100 memasangkan perangkat GPS real-time pada setiap pelari. Teknologi ini memungkinkan masyarakat umum dan pecinta Lari Lintas Alam di seluruh dunia memantau pergerakan Zairan Li dan peserta lainnya secara langsung melalui kanal YouTube. Kesuksesan ajang ini semakin mempertegas posisi Gunung Rinjani sebagai destinasi utama sport tourism kelas dunia di Indonesia.
Editor : Pujo Nugroho