Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Race 1 GT World Challenge Asia 2026, Dominasi Audi, Sean Gelael Tembus Podium

Dewi • Minggu, 3 Mei 2026 | 06:39 WIB
Keberhasilan Sean Gelael naik podium menjadi bukti bahwa sirkuit Mandalika bukan hanya venue, tetapi juga bagian dari perjalanan prestasi pembalap nasional.
Keberhasilan Sean Gelael naik podium menjadi bukti bahwa sirkuit Mandalika bukan hanya venue, tetapi juga bagian dari perjalanan prestasi pembalap nasional.

 

LombokPost-Rangkaian balap hari pertama di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menghadirkan persaingan ketat dari level internasional hingga pembalap nasional, Sabtu (2/5).

Mulai dari GT World Challenge Asia Race 1, Subaru BRZ Super Series Race 1, hingga sesi kualifikasi Superstar Sportscar Series dan Krida Agya Kartini Race, seluruhnya menyuguhkan dinamika balap yang intens di lintasan sepanjang 4,31 km tersebut.

Balapan sepanjang satu jam berhasil menempuh 33 lap atau 142,23 kilometer ini menjadi pertarungan ketat lintas kelas, mulai dari Silver, Pro-Am, hingga AM, dengan dominasi pabrikan-pabrikan besar seperti Audi, Ferrari, Porsche, dan Mercedes-AMG.

Baca Juga: Menakar Nyali dan Strategi Tiga Pembalap dalam GTWCA 2026, Teka-teki “Solo Run” Sean Gelael dan Misi Besar Fitra Eri-David di Lintasan Mandalika

Sejak lampu start dipadamkan, intensitas balapan langsung terasa. Duo pembalap asal Tiongkok, Congfu Cheng dan Kuai Yu dari tim FAW Audi Sport Asia Team Phantom, tampil impresif dengan performa konsisten sepanjang lomba. 

Mengandalkan Audi R8 LMS GT3 EVO II, mereka berhasil menyelesaikan balapan dalam waktu 1 jam 47,263 detik, sekaligus mengamankan posisi pertama secara keseluruhan dengan kecepatan rata-rata 140,31 km/jam.

Dominasi mereka semakin lengkap setelah mencatatkan fastest lap 1:28.558 pada lap ke-20—sebuah indikator kuat bahwa performa mobil dan strategi tim berjalan optimal di lintasan Mandalika yang kering dan cerah sepanjang balapan.

Baca Juga: Sean Gelael Tampil Solo di GT World Challenge Asia 2026

Di posisi kedua, pasangan Andrés Pato (Indonesia) dan Jaxon Evans (Selandia Baru) dari Audi Sport Asia Team Phantom juga menunjukkan performa solid. 

Turun di kelas Pro-Am dengan mobil yang sama, mereka finis dengan selisih 5,463 detik dari pemuncak klasemen. Hasil ini menegaskan kekuatan Audi di lintasan Mandalika, dengan dua mobilnya langsung mengunci posisi teratas.

Sementara itu, perhatian penonton Indonesia tertuju pada penampilan Sean Gelael. Membela tim Garage 75 dan mengendarai Ferrari 296 GT3, Sean tampil kompetitif di kelas Silver. 

Ia berhasil finis di posisi ketiga secara keseluruhan dengan catatan waktu 1:00:56.001, hanya terpaut 8,738 detik dari pemimpin lomba.

Meski sempat kehilangan dua posisi dibandingkan grid awal, Sean mampu menjaga ritme balapan dan konsistensi lap time, termasuk mencatatkan waktu terbaik 1:29.019. 

Hasil ini menjadi bekal penting bagi pembalap Indonesia tersebut dalam menghadapi race berikutnya pada Minggu (3/5), sekaligus menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di level tertinggi GT3 Asia.

Baca Juga: GT World Challenge Asia Buka Peluang Investasi Baru

Persaingan di barisan tengah juga tak kalah menarik. Mobil Porsche 911 GT3 R (992) milik tim Absolute Racing yang dikendarai Ruohan Huang dan Alessandro Ghiretti finis di posisi keempat, diikuti oleh Mercedes-AMG GT3 EVO dari Craft-Bamboo Racing di posisi kelima. 

Selisih waktu yang relatif tipis di antara para pembalap menunjukkan betapa ketatnya kompetisi di setiap kelas.

Balapan ini juga diwarnai berbagai dinamika, termasuk penalti lima detik yang dijatuhkan kepada mobil nomor 918 akibat unsafe release di pit lane. 

Selain itu, dua mobil harus gagal finis (Not Classified) setelah hanya menyelesaikan tujuh lap, menambah daftar tantangan yang dihadapi tim sepanjang lomba.

Dari sisi kelas, dominasi terbagi cukup merata. Kelas Silver dikuasai oleh Cheng dan Yu, sementara kelas Pro-Am memperlihatkan konsistensi dari pasangan Pato–Evans. 

Baca Juga: 7 Alasan Veil of Shadows Jadi Tontonan Wajib Pecinta Drama China

Di kelas SIL-AM dan AM, persaingan berlangsung lebih variatif dengan beberapa tim saling bertukar posisi sepanjang balapan.

Secara keseluruhan, Race 1 di Mandalika menegaskan bahwa seri Asia ini bukan sekadar ajang balap biasa, melainkan arena pertarungan strategi, ketahanan, dan presisi tinggi. 

Karakteristik sirkuit Mandalika yang teknis dengan panjang 4,310 km menjadi ujian nyata bagi pembalap dan tim dalam mengelola ban, bahan bakar, serta momentum balapan.

Dengan hasil ini, persaingan menuju Race 2 dipastikan semakin terbuka. Momentum kemenangan Audi, konsistensi Ferrari bersama Sean Gelael, serta potensi kejutan dari Porsche dan Mercedes-AMG menjadi faktor yang akan menentukan jalannya seri berikutnya.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Ia menilai podium yang diraih Sean Gelael menjadi momentum penting bagi perkembangan motorsport Indonesia. 

Baca Juga: ​Kejari Lombok Tengah Gandeng KPK Usut Kejanggalan LHKPN Terpidana Korupsi PPJ

“Podium yang diraih Sean Gelael di Mandalika ini bukan hanya kebanggaan bagi dirinya dan tim, tetapi juga untuk Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pembalap kita mampu bersaing di level internasional, bahkan di ajang sekelas GT World Challenge Asia. Kami di MGPA sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan Sean,” ujar Priandhi.

Keberhasilan Sean, kata dia, naik podium di sirkuit kebanggaan Indonesia menjadi bukti bahwa sirkuit Mandalika bukan hanya venue, tetapi juga bagian dari perjalanan prestasi pembalap nasional. 

"Kami berharap hasil ini bisa memotivasi pembalap muda Indonesia lainnya untuk terus berkembang dan berani bersaing di level global," tambahnya.

Dengan hasil ini, balapan berikutnya dipastikan akan semakin menarik di berbagai kategori yang membuka peluang perubahan posisi di Race 2 dan sesi lanjutan pada Minggu (3/5). 

Editor : Kimda Farida
#GT World Challenge Asia 2026 #podium #race 1 #sean gelael #Sirkuit Internasional Mandalika