LombokPost - Semangat membara ditunjukkan jajaran pengurus dan atlet KONI Mataram. Kali ini, KONI Mataram resmi mengirimkan delegasi taekwondo untuk berlaga di ajang bergengsi Ksatria Nusantara PBTI Series 2 yang akan berlangsung di Bali pada 8–10 Mei 2026.
Ketua Pengkot Taekwondo Mataram Moh. Sa’id Ramdhoni, menegaskan bahwa kejuaraan yang diikuti para atletnya bukanlah sekadar turnamen terbuka biasa. Event ini merupakan kejuaraan nasional (Kejurnas) resmi yang berada langsung di bawah naungan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).
Level kompetisi yang tinggi ini diharapkan mampu mengasah kemampuan atlet Mataram menghadapi lawan-lawan tangguh dari seluruh penjuru tanah air.
”Ini Kejurnas resmi, jadi levelnya berbeda. Atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia akan turun, sehingga ini jadi momentum penting untuk mengukur kemampuan kita,” ujar Sa'id Ramdhoni pada Rabu (6/5).
Baca Juga: KONI Mataram Kirim Tiga Atlet Finswimming Terbaik
Persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum para atlet berangkat menuju Bali. Bahkan, program latihan intensif sudah berjalan sebelum pelatda KONI Mataram resmi digulirkan. Dalam ajang ini, sebanyak delapan atlet yang tergabung dalam Pelatda Sangkareang akan diturunkan khusus pada nomor kyorugi atau tarung.
Atlet taekwondo Mataram akan bersaing ketat dengan perwakilan daerah dari regional tengah, mulai dari Pulau Jawa, Nusa Tenggara, hingga Papua. Mereka adalah Faisa Oktoviandra (Kelas U54 kg Senior Putra), Danny Ali Stewart (Kelas Senior U58 kg Putra), Ridwan Maulana (Kelas Senior U63 kg Putra), Jihad (Kelas Senior U67 kg Putra), Baiq Jingga Intana Saufa (Kelas Senior U49 kg Putri), Oktavia Wulandari (Kelas Senior U53 kg Putri), dan Ni Putu Ega Delicia Putri (Kelas Senior U57 kg Putri)
Meski tampil di level nasional, pihak pengurus tidak memberikan beban target medali yang spesifik. Fokus utama keikutsertaan dalam kejurnas ini adalah untuk melihat sejauh mana progres latihan yang telah dijalani. Hasil dari Bali nantinya akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih untuk menyempurnakan program latihan demi target utama di Porprov mendatang.
Baca Juga: Atlet Atletik Mataram Raih Hasil Positif di Kejurnas Jatim Open 2026, Bawa Pulang Tiga Medali
Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Mataram Firadz Pariska, menyebutkan bahwa terjun ke kejuaraan nasional adalah strategi vital untuk meningkatkan prestasi. Kejuaraan ini berfungsi sebagai tryout untuk menguji apakah metode latihan di Pelatda Sangkareang sudah tepat atau belum. Selain itu, jam terbang sangat dibutuhkan bagi atlet-atlet muda yang baru muncul untuk menguatkan mental bertanding mereka.
”Begitu terbiasa melawan atlet-atlet nasional, maka mental dan pengalaman bertanding menjadi lebih bagus. Apapun hasilnya nanti, pasti ada manfaat besar untuk persiapan di masa depan,” pungkas Firadz.
Editor : Pujo Nugroho