LombokPost - Perhelatan Porprov NTB 2026 menjadi pusat perhatian publik dan jajaran elite pemerintahan NTB. Menjelang bergulirnya ajang multievent olahraga terbesar di Bumi Gora, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda mengeluarkan instruksi tegas. Isvie meminta seluruh OPD tidak berpangku tangan dan wajib turun tangan secara langsung.
Langkah kolaboratif ini dinilai sangat krusial agar pelaksanaan Porprov NTB 2026 bisa menjadi batu loncatan yang solid menuju target yang jauh lebih besar, yakni kesuksesan total pada gelaran PON 2028 mendatang.
Hal itu ditegaskan Isvie usai dirinya mengikuti rapat koordinasi (Rakor) bersama panitia besar di Mataram, Jumat (29/5). Sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan Porprov dinilai tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pasalnya, performa dan manajemen yang ditunjukkan dalam ajang lokal ini akan menjadi cermin sekaligus tolok ukur utama bagi kesiapan NTB sebagai tuan rumah PON 2028.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran dinilai masih membutuhkan suntikan dana serta intervensi dari berbagai pihak. Berdasarkan data resmi yang dihimpun di lapangan, plot anggaran murni untuk menyokong Porprov dialokasikan sebesar Rp 10 miliar yang bersumber dari APBD.
Baca Juga: Pergatsi NTB Cetak Wasit Gateball Profesional Demi Sukseskan Porprov NTB 2026 dan PON 2028
Guna menyiasati kekurangan tersebut, panitia kini tengah bergerak cepat menggaet sektor swasta melalui proyeksi dana sponsorship yang diharapkan mampu menembus angka Rp 5 miliar demi menutup segala biaya operasional sebelum melangkah ke PON 2028.
Kendati dihadapkan pada situasi finansial yang serba terbatas, hal tersebut dipastikan tidak akan melunturkan semangat dan ritme persiapan daerah menuju PON 2028. Jajaran legislatif terus mendorong lahirnya strategi gotong royong dan kemitraan yang kreatif demi menjamin kelancaran seluruh tahapan Porprov. Menjaga reputasi dan nama baik daerah sebagai calon tuan rumah yang profesional untuk PON 2028 kini telah menjadi komitmen harga mati yang harus diperjuangkan bersama.
”Kita bisa memaksimalkan pemanfaatan aset daerah yang ada saat ini untuk suksesnya Porprov,” ujr Isvie.
Sebagai langkah konkret dan wujud solidaritas yang nyata, dewan mengusulkan untuk memanfaatkan aset pemerintah. Misalnya mobil operasional milik negara bisa diperbantukan penuh secara total untuk memobilisasi pergerakan para atlet serta kepanitiaan selama gelaran Porprov berlangsung. Langkah taktis ini diharapkan menjadi pemantik bagi instansi atau dinas lain untuk saling bahu-membahu menutupi kekurangan fasilitas demi target jangka panjang di PON 2028.
Nada optimistis disampaikan Sekda NTB Abul Chair. Ia menegaskan bahwa perhelatan Porprov ini membutuhkan napas panjang berupa sinergi utuh antara pemerintah, DPRD, serta seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kompetisi lokal ini bukan sekadar panggung hiburan biasa, melainkan sebuah panggung pemanasan yang sangat krusial sebelum para atlet bertarung habis-habisan di arena PON 2028.
Lebih jauh, Sekda Abul Chair memaparkan bahwa Porprov bukanlah akhir dari perjalanan karir seorang atlet lokal, melainkan justru menjadi garis start utama untuk menjaring bakat-bakat terpendam. Para atlet berprestasi yang lahir dari kompetisi ini nantinya akan langsung masuk ke dalam program pembinaan jangka panjang yang terukur dan maksimal, sebagai modal utama daerah untuk merebut medali emas di ajang PON 2028 mendatang.
Demi meraih prestasi gemilang di PON 2028, Sekda meminta seluruh elemen birokrasi memberikan dukungan all out untuk menyukseskan gelaran Porprov. Sebagai tindakan nyata, Abul Chair langsung menginstruksikan Dinas Dikpora NTB untuk menggawangi langsung urusan promosi dan publikasi. Mulai hari ini, jajaran Dikpora diminta bergerak masif memasang media promosi di berbagai sudut strategis agar euforia Porprov bisa berdenyut dan dirasakan langsung masyarakat luas hingga ke pelosok desa.
"Pemerintah juga akan berupaya seluas mungkin mendorong peran seluruh OPD dan menggaet pihak sponsorship agar Porprov berjalan meriah dan optimal demi menyongsong PON 2028," tegas Abul Chair.
Sementara itu, Ketua KONI NTB Mori Hanafi membeberkan Porprov diprediksi bakal menjadi magnet massa yang luar biasa karena melibatkan lebih dari 6 ribu atlet beserta ofisial cabor. Tidak main-main, pergerakan ekonomi pun dipastikan meroket tajam dengan estimasi kehadiran lebih dari 30 ribu penonton setiap harinya yang mengalirkan rezeki bagi para pelaku pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi pertandingan.
”Saat ini, progres persiapan secara keseluruhan sudah menyentuh angka 70 persen,” ungkap Ketua KONI NTB Mori Hanafi.
Mori merincikan, sebanyak 51 cabang olahraga (cabor) dipastikan sudah siap tempur. Skema distribusinya, sebanyak 31 cabor akan difokuskan di wilayah Mataram, sedangkan sisanya akan disebar secara merata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Tengah.
Baca Juga: KONI NTB dan Jakarta Perkuat Sinergi Persiapkan PON XXII/2028
Menariknya, KONI NTB menerapkan strategi unik dengan menyerahkan urusan konsumsi atlet langsung kepada masing-masing kontingen kabupaten/kota, sebuah skema taktis yang juga akan diadopsi penuh pada pelaksanaan PON 2028 nanti.
Langkah desentralisasi konsumsi ini diambil demi menjamin ketepatan waktu dan kualitas gizi para atlet. Mori menjelaskan, jika urusan dapur umum ditangani langsung panitia besar, risiko keterlambatan sangat tinggi mengingat volume boks makanan yang bisa mencapai 30 ribu kotak sehari. Panitia tidak ingin melihat kasus di mana atlet yang selesai bertanding sore hari terpaksa menyantap makan siang yang sudah dingin karena diantar sejak jam 12 siang.
Kini, selain fokus mematangkan teknis di venue pertandingan, panitia besar juga tengah mengebut proses keabsahan data para atlet yang tenggat waktunya akan dikunci rapat pada 10 Juni mendatang. Demi menjaga sportivitas dan integritas kompetisi menuju PON 2028, panitia menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas berupa pencoretan bagi atlet yang kedapatan bermasalah atau terbelit sengketa ganda antar daerah.
Editor : Pujo Nugroho