LombokPost - Persiapan menyambut Pekan Olahraga Nasional atau PON 2028 terus dikebut dan mulai menunjukkan titik terang. Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, baru saja merampungkan peninjauan langsung selama dua hari ke sejumlah venue PON 2028 di NTB, khususnya pada hari kedua di kawasan Lombok Tengah.
Dalam kunjungannya Ketua KONI Pusat didampingi Ketua KONI NTB Mori Hanafi dan Ketua KONI Loteng Lalu Firman Wijaya.
Marciano tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya terhadap kualitas venue yang disiapkan. Menurutnya, venue PON 2028 di NTB memiliki spesifikasi kelas internasional yang sangat mumpuni.
”Dari beberapa venue tadi yang saya lihat, banyak venue-venue yang standarnya memang internasional sehingga tidak perlu diragukan lagi seperti Mandalika,” ujarnya.
Baca Juga: Tinjau Venue PON XXII 2028, Ketum KONI Pusat Puji Kesiapan NTB
Tidak berhenti pada sirkuit kebanggaan Indonesia saja, pesona alam NTB untuk PON 2028 juga dimaksimalkan pada lokasi lain. Saat mengunjungi kawasan Sky Lancing yang terletak di Desa Mekarsari, Ketua Umum KONI Pusat melihat secara langsung area lepas landas yang disiapkan untuk cabang olahraga paralayang dan gantole. Marciano kembali menekankan bahwa lokasi tersebut sudah bertaraf internasional dan siap menyukseskan PON 2028.
Inspeksi venue PON 2028 NTB kemudian berlanjut ke kawasan pesisir, tepatnya di Pantai Selong Belanak. Di destinasi eksotis nan indah ini, Ketua Umum KONI Pusat memastikan kesiapan area untuk pertandingan voli pantai dan selancar ombak.
”Di Pantai Selong Belanak yang juga untuk voli pantai kemudian untuk selancar ombak itu sangat memenuhi syarat,” lanjutnya.
Dengan potensi infrastruktur dan alam kelas dunia ini, Marciano Norman menaruh harapan besar kepada para pemangku kebijakan daerah. Ia secara khusus meminta Gubernur NTB selaku Ketua Panitia Besar PON 2028, bersinergi dengan Ketua KONI NTB dan ketua KONI kabupaten/kota, untuk terus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya di sisa waktu menuju PON 2028.
Pada akhirnya, gelaran PON 2028 di NTB dipastikan tidak sekadar menjadi ajang unjuk gigi para atlet untuk meraih medali. Marciano meyakini kontingen dari seluruh Indonesia akan sangat bangga bisa bertanding di NTB, yang secara global telah diakui sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia.
”Jadi nanti PON ke-22 2028 itu di samping untuk kita meningkatkan kualitas pembinaan olahraga prestasi, tetapi kita juga mengoptimalkan peran dari sport tourism di NTB,” pungkasnya.
Editor : Pujo Nugroho