LombokPost - Tiga dekade lebih setelah era kelam narco-soccer ketika gembong narkotika seperti Pablo Escobar mencuci uang lewat lapangan hijau, sepak bola Kolombia telah jauh berbenah.
Lolosnya Los Cafeteros julukan tim nasional Kolombia ke fase gugur Piala Dunia 2026 adalah salah satu bukti.
Keberhasilan itu bahkan diraih dengan menyisakan satu laga di Grup K melawan Portugal besok pagi pukul 06.00 WIB di Miami Stadium, Miami Gardens, Amerika Serikat.
Baca Juga: Lagi-lagi Portugal, Bidikan AC Milan Terus Mengarah ke Liga Itu
Skuad asuhan Nestor Lorenzo tersebut mengulangi kesuksesan serupa di Piala Dunia 2014 dan 2018.
“Hanya karena saya yang mencetak gol, tidak berarti saya adalah bintangnya," kata bek kanan Kolombia Daniel Munoz setelah mencetak gol semata wayang ke gawang Republik Demokratik Kongo dalam laga kedua Grup K di Estadio Akron, Zapopan, Meksiko, Rabu (24/6).
Bagi Kolombia, tak masalah siapa pun yang mencetak gol. Yang lebih mereka syukuri, selain kemenangan dan kelolosan, barangkali, tak ada pemain yang mencetak gol bunuh diri.
Periode Kelam
Kalau tidak, trauma tragedi Andres Escobar bakal kembali membayang. Di Piala Dunia 1994, bek Kolombia itu mencetak gol bunuh diri yang menyebabkan kekalahan dari Amerika Serikat dan Los Cafeteros tersisih di fase grup.
Sepuluh hari kemudian, dia tewas ditembak di Medellin, kota tempat Pablo Escobar tewas di ujung peluru aparat tujuh bulan sebelumnya. Kematian dua Escobar terebut menjadi salah satu penanda kelam Kolombia.
Baca Juga: Hasil Portugal vs Uzbekistan: Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Dunia Baru di Piala Dunia 2026!
Namun, di sisi lain, hal itu juga menandai kelahiran era baru yang mengakhiri narco-soccer. Klub-klub dipaksa untuk berkreasi mencari sumber penghasilan dengan cara yang tidak melangar hukum.
Meski demikian, bukan berarti jejak dari periode kelam itu telah terhapus seutuhnya. Pada Piala Dunia 2018, saat bek Carlos Sanchez menerima kartu merah ketika Kolombia dikalahkan Jepang dalam laga pertama Piala Dunia 2018, lini masa di negeri yang beribu kota di Bogota tersebut diramaikan seruan meng-Escobar-kan Sanchez.
"Jika Andres Escobar dibunuh karena mencetak gol bunuh diri, Sanchez harus dibunuh dan mayatnya dikencingi," begitu seruan salah satu kelompok fans Kolombia saat itu.
Beruntung, ancaman itu tak terwujud. Sepak bola Kolombia pun bisa terus berbenah dan melahirkan bintang-bintang baru semacam Luis Diaz, Jhon Arias, dan Gustavo Puerta. Melawan Portugal mungkin sudah tidak menentukan kelolosan. Namun, kemenangan atas tim bertabur bintang seperti Selecao das Quinas akan kian menyebarkan pesan bahwa Kolombia telah sepenuhnya jauh melangkah meninggalkan era sepak bola yang dibiayai uang narkotika. (ren/ttg/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online