LombokPost – Cape Verde terus mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika itu sukses mencetak sejarah dengan melaju ke babak 32 besar pada penampilan perdananya di putaran final Piala Dunia.
Kepastian itu diraih setelah Cape Verde bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H. Hasil tersebut mengantarkan tim berjuluk Blue Sharks finis sebagai runner-up grup.
Prestasi Cape Verde semakin istimewa karena negara tersebut hanya berpenduduk sekitar 525 ribu jiwa. Jumlah itu bahkan lebih sedikit dibandingkan populasi sejumlah kota besar di Indonesia.
Baca Juga: Messi Ukir Rekor Lagi, Scaloni Mengaku Kehabisan Kata-kata
Sepanjang fase grup, Cape Verde tampil konsisten. Mereka membuka turnamen dengan menahan imbang Spanyol 0-0, kemudian bermain 2-2 melawan Uruguay, sebelum kembali meraih hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Arab Saudi.
"Kami memang kecil. Tapi kami punya hati yang besar dan kami adalah para pejuang," kata kiper veteran Cape Verde, Vozinha.
Keberhasilan itu menjadikan Cape Verde sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke fase gugur Piala Dunia. Mereka juga menjadi tim debutan pertama yang berhasil menembus fase gugur sejak Slovakia pada Piala Dunia 2010.
"Mungkin banyak orang meremehkan. Tapi kami memiliki kualitas dan mampu bermain di liga-liga terbaik," ujar Vozinha.
Baca Juga: Messi Cetak Hattrick Perdana di Piala Dunia, Argentina Bungkam Aljazair di Laga Pembuka
Perjalanan Cape Verde selanjutnya akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Mereka dijadwalkan bertemu juara bertahan Argentina pada babak 32 besar, Sabtu (4/7) pukul 05.00 WIB.
Meski menghadapi salah satu favorit juara, pelatih Bubista memastikan timnya akan tampil tanpa rasa takut.
"Kami bangga menghadapi Argentina. Banyak masyarakat kami yang merantau ke sana. Pemain top mereka juga bukan hanya Lionel Messi," ujarnya.
Menurut Bubista, status sebagai negara kecil tidak mengurangi semangat anak asuhnya untuk kembali membuat kejutan.
"Kami adalah negara kecil, tapi kami akan terus berjuang. Tidak ada yang mustahil," tegasnya.
Editor : Jelo Sangaji