LombokPost - Jude Bellingham menyandarkan kepalanya sejenak ke dada Erling Haaland dalam situasi sepak pojok di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid, musim lalu. Padahal, mereka bukan rekan setim. Bellingham berstatus gelandang Real Madrid dan Haaland adalah striker Manchester City dalam duel di fase league Liga Champions tersebut.
Namun, seperti itulah Bellingham dan Haaland tetap menjaga kedekatan yang sudah mereka bangun sejak enam tahun lalu. Tepatnya sejak di Strobelallee, lokasi kamp latihan Borussia Dortmund.
Dini hari nanti, persahabatan Haaland dan Bellingham diuji lagi dalam perempat final Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami Gardens (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport pukul 04.00 WIB). Haaland membela Norwegia versus Bellingham bersama Inggris.
”Aku belum berbicara lagi dengannya (Bellingham) sejak kali terakhir kami bertemu di Las Vegas,” ucap Haaland kepada salah satu media Norwegia, TV2.
”Dia mungkin fokus pada dirinya sendiri dan timnas Inggris, serta semua yang akan terjadi di perempat final nanti,” tambah striker pencetak 7 gol di Piala Dunia 2026 tersebut.
Haaland sudah memprediksi ini akan jadi pertemuan yang hebat di antara mereka. Kali pertama bertemu di timnas.
Resep dari Etihad Campus
Di antara back four Inggris, bek tengah Marc Guehi dan bek kiri Nico O’Reilly tentu sudah paham dengan karakter permainan Haaland. Guehi dan O’Reilly seklub dengan Haaland di City. Keduanya pun ingin meredam produktivitas gol The Terminator julukan Haaland bersama The Vikings, julukan Norwegia.
”Ini akan menyenangkan! Ini pasti menyenangkan dan aku sudah tahu dia akan siap untuk duel denganku,” ucap Guehi dilansir di laman resmi Federasi Sepak Bola Inggris (FA). ”Aku akan berusaha melakukan yang terbaik,” imbuhnya.
Setali tiga uang, O’Reilly membawa resep dari Etihad Campus sebutan markas latihan City untuk Haaland. ”Rekannya di Norwegia pasti mengirimkan banyak umpan kepadanya dan itu yang harus kami hentikan,” kata pemain asli jebolan akademi City itu dikutip dari ESPN.
Rice versus Odegaard
Bukan hanya jadi panggung bagi Haaland dan Bellingham, perempat final Piala Dunia kali ini juga ajang unjuk aksi dua kekuatan utama Arsenal dalam memenangi Premier League musim lalu, Martin Odegaard (Norwegia) dan Declan Rice (Inggris).
Rice yang pernah menjadi kapten di West Ham United kagum kepada karakter Odegaard sebagai kapten The Gunners –julukan Arsenal. ”Cara dia menuntut, caranya memotivasi tim, caranya berbicara, menjadikannya sebagai sosok yang dihormati di ruang ganti,” puji Rice dilansir di laman resmi FIFA.
Sebagai gelandang bertahan di The Three Lions –julukan Inggris, Rice bakal mematikan efektivitas Odegaard dalam mengorganisir serangan Norwegia. Hal yang sudah diantisipasi Odegaard. ”Declan pemain yang komplet. Ini akan jadi duel yang intens,” ucap Ode sapaan akrab Odegaard tentang Rice.
Skors Dua Laga untuk Quansah
Tactician Inggris Thomas Tuchel kehilangan satu opsi pemain di posisi bek kanan. Jarell Quansah yang mendapat kartu merah saat The Three Lions mengalahkan Meksiko 3-2 di babak 16 besar (6/7) bukan hanya absen lawan Norwegia. FIFA telah menjatuhkan sanksi larangan turun memperkuat Inggris dua laga kepada Quansah. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) pun tidak bisa mengajukan banding atas sanksi pemain Bayer Leverkusen tersebut.
Asisten pelatih Inggris Anthony Barry kecewa dengan sanksi Quansah. ”Bukan hanya soal keputusan itu (skors menjadi dua laga, Red). Tetapi juga karena kami kehilangan pemain yang sedang bagus trennya selama latihan,” keluh Barry saat diwawancarai BBC Sport. (ren/dns/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online