LombokPost - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Cabang Olahraga (Cabor) Judo resmi ditabuh di Auditorium Kampus IPDN NTB, Lombok Tengah, Rabu (15/7). Ajang bergengsi ini tidak hanya menjadi panggung perebutan medali, tetapi juga menjadi fondasi penting pembentukan karakter serta batu loncatan menuju PON 2028.
Asisten I Setda NTB Fathul Gani menegaskan bahwa judo bukan sekadar olahraga untuk mencetak juara di atas podium, melainkan sebuah sekolah kehidupan. Ia memaparkan dua nilai luhur yang hingga kini menjadi jiwa dari olahraga bela diri asal Jepang ini.
Pertama adalah Seiryoku Zenyo yang berarti menggunakan kemampuan secara sebaik-baiknya, dan kedua adalah Jita Kyoei yang menekankan pada kemajuan serta kesejahteraan yang dicapai bersama. Nilai-nilai itu mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada otot semata, tetapi disiplin, pengendalian diri, rasa hormat, dan kemauan untuk terus belajar.
“Seorang juara dibentuk oleh proses panjang, bukan oleh satu pertandingan saja. Nilai-nilai itulah yang ingin kita tumbuhkan melalui Porprov hari ini,” ujar Fathul Gani saat membuka secara resmi cabor judo.
Baca Juga: Bupati Loteng Resmi 702 Atlet, Bidik 120 Emas Ajang Porprov XII NTB
Menurut Fathul, Porprov tahun ini memiliki nilai yang sangat strategis. Selain sebagai bagian dari pembinaan atlet daerah, ajang ini menjadi proses seleksi penting menuju prestasi yang lebih tinggi, khususnya mempersiapkan NTB menghadapi PON 2028.
“Terlebih, judo menjadi salah satu cabor andalan yang diharapkan mampu mengharumkan nama NTB di kancah nasional maupun internasional,” katanya.
Baca Juga: Santri Korban Luka Bakar Butuh Empat Kali Operasi, Pemkab Loteng Janji Tak Lepas Tangan
Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) NTB Lalu Pathul Bahri, merefleksikan bagaimana perjuangan berat mengembangkan cabor judo di NTB. Mulai dari pembinaan atlet dari nol hingga penyediaan sarana prasarana, hingga akhirnya judo bisa sukses dipertandingkan pada Porprov NTB XII.
Pathul, yang juga menjabat sebagai Bupati Lombok Tengah, menaruh harapan besar agar kompetisi ini melahirkan atlet-atlet tangguh yang siap berlaga di PON 2028, di mana NTB akan bertindak sebagai tuan rumah.
“Apapun hasilnya besok, mudah-mudahan bisa mewakili NTB pada PON 2028. Apalagi hajatannya NTB sebagai tuan rumah judo, yang nantinya akan dipusatkan di GOR Poltekpar Lombok Tengah,” ungkap Pathul.
Terkait target jangka pendek pada Porprov kali ini, Pathul mematok target realistis namun optimis bagi kontingen tuan rumah. Lombok Tengah ditargetkan mampu menyabet minimal empat medali emas. Kendati demikian, fokus utamanya adalah terus memasyarakatkan olahraga judo ke depannya.
Baca Juga: Pimpinan Ponpes dan Satu Santri jadi Tersangka, Lalai Hingga Santri Tewas Terbakar di Loteng
“Kita harapkan atlet-atlet judo semakin bertambah. Kita tak pernah berhenti berikhtiar untuk masuk ke sekolah-sekolah, melatih anak-anak agar nantinya prestasi judo bisa setara atau bahkan melebihi cabor-cabor lainnya," pungkasnya optimis.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post