LombokPost - Pembalap asal Australia, Hunter Corney, sukses mendominasi jalannya balapan Race 2 pada ajang bergengsi R3 bLU cRU Asia Pacific. Balapan yang menjadi bagian dari perayaan 10 Years Idemitsu bLU cRU Yamaha Sunday Race 2026 tersebut digelar di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Minggu (19/7).
Memacu motor Yamaha di lintasan sepanjang 4,31 kilometer, Hunter Corney tampil impresif sepanjang 10 putaran penuh. Pembalap bernomor start 40 itu berhasil menyentuh garis finis pertama dengan catatan total waktu 18 menit 50,529 detik. Corney juga mencatatkan diri sebagai pemilik putaran tercepat dalam balapan ini dengan waktu 1 menit 51,616 detik yang diraihnya pada lap kelima.
Persaingan sengit justru terjadi dalam perebutan posisi kedua dan ketiga. Pembalap asal Thailand, Teeranai Tabtim, berhasil mengamankan podium kedua setelah menyentuh finis dengan selisih waktu 3,078 detik dari sang juara.
Baca Juga: Mandalika Gempar! Kehadiran Ing Asavanund Aktor Thailand Bikin Heboh Pit Walk Yamaha Sunday Race
Sementara itu, asa tuan rumah Indonesia dijaga dengan baik oleh Sabian Fathul Ilmi. Pembalap andalan Yamaha Racing Indonesia ini terlibat duel ketat hingga tikungan terakhir dan sukses mengamankan podium ketiga. Sabian finis di posisi ketiga dengan total waktu 18 menit 53,657 detik, hanya terpaut tipis 0,050 detik dari Teeranai Tabtim di depannya.
Melengkapi posisi lima besar, pembalap asal Malaysia Farres Fadhill menyabet posisi keempat, disusul oleh rekan senegara Hunter Corney, Phoenix O'Brien, di tempat kelima. Perwakilan Indonesia lainnya dari tim Yamaha Racing Indonesia, Reynaldi Junior, harus puas menyudahi balapan di peringkat keenam dengan selisih 3,458 detik dari posisi terdepan.
Pantauan Koran ini, jalannya balapan berlangsung dalam tensi tinggi. Beberapa pembalap, termasuk Sabian Fathul Ilmi (#23) dan Reynaldi Junior (#57), sempat mendapatkan peringatan track limits di Tikungan 9 dan Tikungan 14.
Baca Juga: Mandalika Jadi Saksi Sejarah, Satu Dekade Yamaha Sunday Race Digelar Akhir Pekan Ini
Balapan kali ini juga memakan korban di mana empat pembalap gagal finis (DNF), yakni Connor Lewis (Australia), Phap Tri Nguyen Huu (Vietnam), Moses Gerard Reyes (Filipina), dan Ghage Plowman (Australia) setelah mengalami kendala di pertengahan laga.
Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Wahyu Rusmayadi mengungkapkan, kelas internasional kali ini diikuti oleh 29 pembalap top yang berasal dari sembilan negara di kawasan Asia-Pasifik. Kehadiran para pembalap luar negeri ini sekaligus menegaskan kualitas Sirkuit Mandalika yang kian diakui di kancah global.
“Ini menjadi seri ketiga bagi kami menggelar kelas internasional. Persaingannya sangat ketat, dan bersyukur ada dua pembalap muda Indonesia yang sukses naik podium di sini. Pada Race 1, Junior berhasil mengamankan podium kedua, sedangkan pada Race 2 giliran Sabian yang merebut podium ketiga,” terang Wahyu.
Wahyu menambahkan, antusiasme peserta pada gelaran ketiga di sirkuit kebanggaan masyarakat NTB ini melonjak tajam. Banyak pembalap, baik lokal maupun mancanegara, yang sengaja memanfaatkan momentum ini untuk mencicipi atmosfer sirkuit sebelum gelaran akbar MotoGP dimulai.
“Menjelang ajang MotoGP, mereka memang sangat ingin merasakan langsung pengalaman balapan di lintasan internasional ini,” imbuhnya.
Baca Juga: Dipuji Pembalap dan Dorna, Desain Trofi MotoGP Mandalika Dipertahankan
Lebih jauh, Wahyu menegaskan bahwa komitmen Yamaha melalui ajang Sunday Race ini bukan sekadar urusan adu cepat di lintasan. Event ini dirancang sebagai wadah jangka panjang untuk membangun ekosistem motorsport yang sehat, mencetak rider masa depan yang berprestasi, sekaligus memperkuat budaya racing di tanah air.
Di sisi lain, suksesnya event-event seperti ini dinilai memberikan kontribusi nyata bagi sektor sport tourism (wisata berbasis olahraga) di Pulau Seribu Masjid. “Event ini memperkuat posisi Mandalika sebagai rajanya destinasi sport tourism, baik di level nasional maupun internasional,” pungkas Wahyu.
Vice President Operation Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Try Agung Hartanto menambahkan, selain balapan para penonton juga ikut merasakan atmosfer balapan melalui sesi pit walk. Penonton bisa bertemu langsung dengan para pembalap hingga mendapatkan aneka merchandise menarik yang disiapkan para tim balap.
Baca Juga: Pemkab Loteng Hitung Kecukupan Pokir Dewan untuk Perbaikan Jalan
“Saya rasa tidak semua sirkuit bisa melakukan itu, dan hanya di Sirkuit Mandalika mereka bisa, ada UMKM juga, penonton juga gratis untuk menonton,” katanya.
Melihat antusias pembalap, kata Agung, bukan saja pada kelas internasionalnya. Namun, dari sisi balapan komunitas peminat pun tidak kalah. “Yamaha ini untuk komunitasnya sangat solid sekali, ketika ada balapan digelar Yamaha, mereka tertarik ikut balapan,” tutup Agung.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post