9 Atlet Taekwondonya Gagal Tanding di Porprov XII NTB 2026 meski Kantongi ID Card, KONI Sumbawa Desak Investigasi

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:14 WIB
Sembilan atlet Taekwondo Sumbawa gagal tampil di Porprov XII NTB 2026 meski lolos verifikasi. KONI mendesak investigasi dan keadilan.
Sembilan atlet Taekwondo Sumbawa gagal tampil di Porprov XII NTB 2026 meski lolos verifikasi. KONI mendesak investigasi dan keadilan.

LombokPost – Polemik mencuat dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Sebanyak sembilan atlet Taekwondo Kabupaten Sumbawa yang telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan mengantongi ID Card resmi dari KONI NTB justru tidak diperkenankan bertanding setelah mendapat penolakan saat Technical Meeting (TM) oleh Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) NTB.

KONI Kabupaten Sumbawa menilai peristiwa tersebut mencederai asas keadilan, sportivitas, serta kredibilitas penyelenggaraan Porprov NTB. Padahal, para atlet telah menjalani seluruh proses administrasi sesuai mekanisme yang berlaku dan telah resmi tercatat sebagai bagian dari kontingen Kabupaten Sumbawa.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., mempertanyakan dasar keputusan yang menggugurkan atlet setelah seluruh tahapan verifikasi dinyatakan selesai.

Baca Juga: Cabor Gateball Porprov NTB 2026 Tuntas, Kekuatan Medali Tersebar Merata

"Apa arti diterbitkannya ID Card resmi oleh KONI NTB apabila atlet yang telah dinyatakan sah sebagai peserta masih dapat digugurkan secara sepihak pada saat Technical Meeting? Jika hal seperti ini dibiarkan, maka kredibilitas sistem verifikasi peserta Porprov menjadi dipertanyakan," tegas Abdul Rafiq, Selasa (21/7).

Menurutnya, Porprov merupakan agenda resmi Pemerintah Provinsi NTB bersama KONI NTB sehingga seluruh proses penyelenggaraan harus menjunjung tinggi prinsip kepastian hukum, transparansi, dan perlindungan terhadap hak atlet.

"Atlet datang membawa nama daerah dan telah memenuhi seluruh persyaratan. Hak mereka untuk bertanding harus dilindungi," ujarnya.

Baca Juga: Persiapan Atlet Golf Lombok Timur Untuk Porprov 2026 Dimulai Sejak Tiga Bulan Lalu

KONI Sumbawa menilai keputusan yang diambil Pengprov TI NTB tidak hanya menghilangkan kesempatan atlet untuk berprestasi, tetapi juga menimbulkan kekecewaan mendalam bagi atlet, pelatih, keluarga, hingga masyarakat Kabupaten Sumbawa.

Karena itu, KONI Sumbawa mendesak KONI Provinsi NTB segera mengambil langkah objektif dan bertanggung jawab untuk memulihkan hak para atlet yang dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan sebagai peserta Porprov XII NTB 2026.

Abdul Rafiq juga meminta perhatian langsung dari Gubernur NTB dan Wakil Gubernur NTB agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses yang menyebabkan sembilan atlet tersebut gagal tampil.

Baca Juga: PESTI NTB Jadikan Porprov 2026 Ajang Persiapan PON

"Kami memohon agar pemerintah daerah memastikan keadilan bagi para atlet Kabupaten Sumbawa sekaligus memerintahkan investigasi secara menyeluruh terhadap proses yang menyebabkan mereka kehilangan hak bertanding," katanya.

KONI Sumbawa meminta apabila ditemukan adanya penyalahgunaan kewenangan, intervensi, atau rekayasa dalam proses penetapan peserta, maka pihak yang bertanggung jawab harus diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Abdul Rafiq, dunia olahraga tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan tertentu yang justru merugikan masa depan atlet.

"Dunia olahraga tidak boleh dikotori oleh kepentingan yang mengorbankan masa depan atlet. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus bertanggung jawab," tegasnya.

Baca Juga: Persaingan Panas Panjat Tebing Porprov XII NTB 2026, Raihan Medali Atlet Merata Baik Pulau Lombok Maupun Pulau Sumbawa

Siap Tempuh Jalur Arbitrase dan Hukum

KONI Kabupaten Sumbawa menegaskan akan membawa persoalan tersebut ke Badan Arbitrase Keolahragaan Nasional apabila penyelesaian yang adil tidak segera dilakukan. Selain itu, organisasi juga membuka peluang menempuh langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai telah merugikan hak atlet.

Menurut Abdul Rafiq, perjuangan yang dilakukan bukan hanya untuk sembilan atlet Taekwondo, melainkan demi menjaga marwah olahraga di Nusa Tenggara Barat.

"Perjuangan ini bukan sekadar membela sembilan atlet Taekwondo Kabupaten Sumbawa, tetapi untuk menjaga marwah olahraga, menegakkan keadilan, dan memastikan tidak ada lagi atlet yang menjadi korban akibat keputusan yang tidak transparan," ujarnya.

Baca Juga: Hujan Rekor di Kolam Renang! Atlet Akuatik Kota Mataram Tampil Perkasa di Porprov XII NTB 2026

Ia menegaskan, keadilan tidak boleh berhenti di ruang Technical Meeting, melainkan harus benar-benar hadir di arena pertandingan.

"Atlet datang untuk bertanding, bukan untuk dipermainkan oleh keputusan yang mencederai rasa keadilan," pungkasnya.

 

Respons KONI NTB

Menanggapi polemik tersebut, Ketua KONI NTB Mori Hanafi menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi pada cabor taekwondo ini sejatinya bukan hal yang tiba-tiba muncul saat pelaksanaan Porprov XII NTB 2026 berlangsung. Masalah ini merupakan buntut dari dinamika internal yang sudah bergulir sejak beberapa bulan lalu dan telah melalui proses mediasi yang cukup panjang.

”Sebenarnya sudah ada kesepakatan yang dibuat sebelumnya terkait masalah awal,” ungkap Mori Hanafi saat memberikan keterangan pers.

Namun, menurut Mori, kesepakatan bersama yang telah disetujui sebelumnya tidak dijalankan sebagaimana mestinya oleh pihak pengurus. Kondisi inilah yang akhirnya berdampak langsung pada jadwal serta teknis penyelenggaraan cabor taekwondo di arena Porprov XII NTB 2026.

Baca Juga: Mori Hanafi Soal Dinamika Porprov NTB 2026: Kompetisi Boleh Sengit, Persaudaraan Utama

Mori Hanafi juga meluruskan simpang siur informasi terkait sembilan atlet asal Sumbawa yang batal berlaga di taekwondo Porprov NTB. Ia membenarkan bahwa sembilan atlet tersebut secara administratif memang sudah terdaftar menjadi peserta Porprov XII NTB 2026.

Tetapi, karena ada poin kesepakatan yang tidak dijalankan Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) NTB, maka KONI NTB selaku penanggung jawab utama Porprov XII NTB 2026 mengambil langkah tegas dengan menunda sementara seluruh rangkaian pertandingan cabor taekwondo. Langkah penundaan ini diambil demi menjaga integritas, aturan, serta keadilan bagi seluruh kontingen.

”Sudah ada surat resmi yang kami keluarkan terkait penundaan cabor taekwondo ini. Surat keputusan tersebut juga sudah diketahui dan diterima oleh seluruh pengurus KONI kabupaten/kota," tegas Mori Hanafi.

Baca Juga: Porprov XII NTB 2026: Ketua FPTI NTB Imbau Atlet Tahan Diri dan Jaga Keharmonisan di Tengah Tensi Panas

Pihak KONI NTB berharap permasalahan internal organisasi yang menaungi cabor taekwondo ini bisa segera menemui titik terang. Langkah tersebut penting agar para atlet yang telah mempersiapkan diri untuk Porprov NTB mendapatkan kepastian dan panggung yang adil dalam berprestasi di Porprov XII NTB 2026.

Editor : Rury Anjas Andita
Porprov XII NTB 2026 Porprov NTB atlet Taekwondo Indonesia Integrated System Koni Sumbawa