LombokPost -- Cabang olahraga Soft Tennis telah menuntaskan seluruh pertandingan dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026, Senin (20/7) lalu.
Hasilnya Kontingen Kota Mataram keluar sebagai juara umum dengan catatan tiga medali emas, satu perak dan dua perunggu. Di peringkat dua dan tiga ada Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat dengan perolehan masing-masing satu emas, dua perak dan tiga perunggu.
Ketua Persatuan Soft Tennis (PESTI) NTB Rino Rinaldi menjelaskan hasil ini menjadi modal berharga untuk pengembangan Cabor Soft Tennis di masa mendatang. Terlebih pada PON 2028 mendatang Soft Tennis akan diselenggarakan di NTB.
“Tentu banyak hal yang harus di perbaiki, namun apa yang kita capai di Porprov kali ini patut disyukuri. Ini menjadi modal besar kita sebagai tuan rumah di PON 2028 mendatang,” ujar Rino.
Rino menambahkan Porprov kali ini berhasil memperbanyak atlet potensial yang akan mewakili NTB di PON mendatang. Tidak hanya dari Kota Mataram atlet-atlet dari kabupaten lain seperti Lombok Barat dan Lombok Timur berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Lebih dari itu semua ajang Porprov ini menjadi medan ujicoba bagi kita sebagai penyelenggara. Kini kita sudah punya pengalaman sebagai panitia penyelenggara, sebagai wasit dan tentu saja kitab isa menguji mana lapangan-lapangan yang bisa kia gunaka untuk event Tingkat nasional,” sambungnya.
Melihat capaian dan kesiapan ini Rino Optimistis target sukses sebagai tuan rumah serta sukses sebagai penyumbang medali emas bisa tercapai.
"Tentu kami sangat optimis," tegasnya.
Pada Porprov kali ini Seluruh pertandingan digelar di Lapangan Bulog, Jalan Langko, Mataram. Dimana pada Porprov kali ini cabor Soft Tennis memperebutkan lima medali emas yakni nomor tunggal putra, tunggal putri, double putra dan putri dan mix double.
Dalam sambutannya pada penutupan pertandingan Soft Tennis Senin (20/7) ketua KONI NTB Mori Hanafi mengapresiasi kesungguhan para atlet dan official Soft Tennis NTB.
Menurutnya hal ini menjadi modal berharga bagi NTB di PON mendatang. Mengingat di PON Aceh-Sumut lalu Soft Tennis berhasil menyumbangkan satu medali perak. Karena itulah kedepan Mori ingin memasukkan Soft tennis dalam Pelatda sebagai wadah persiapan bagi atlet sebelum turun di PON 2028. Sehingga target medali emas bisa tercapai.
Hingga Selasa (22/7) kemarin Kota Mataram masih menduduki puncak klasemen sementara pengumpul medali terbanyak dengan 52 medali emas, 31 perak dan 41 perunggu.
Di peringkat kedua ada Kabupaten Lombok Tengah dengan 31 medali emas, 24 perak 28 perunggu. Di peringkat ketiga ada Kabupaten Sumbawa dengan 27 emas, kemudian di posisi empat ada Lombok Timur dengan 21 emas.
Editor : Redaksi Lombok Post