LombokPost — Pebalap muda asal Jawa Timur, Muhammad Nabil Zahsena (#357), tampil cemerlang pada Race 1 kelas Junior Sport 250cc U-18 dalam ajang Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran ketiga di Sirkuit Internasional Mandalika, Sabtu (25/7).
Mengibarkan bendera Astra Motor Racing Team Kalimantan di atas Honda, Nabil berhasil merebut podium utama usai menyelesaikan balapan 8 putaran dengan catatan waktu total 14 menit 50,591 detik.
Persaingan sengit berlangsung hingga garis finis. Nabil finis dengan keunggulan sangat tipis—hanya berselisih 0,067 detik—di depan Abimanyu Bintang Permadi (#45) dari tim Honda Tukido Khazer C10 Manualtech RCB NXR Motul Pirelli Lukozumi yang mencetak waktu 14 menit 50,658 detik.
Baca Juga: Tampil Cerdas di Mandalika, Gian Gibran Sabet Podium Utama Race 1 IJTC MRS 2026
Sementara itu, posisi ketiga diamankan pebalap Banten, Bintang Pranata Sukma (#38), dari Astra Motor Racing Team Yogyakarta dengan waktu 14 menit 53,582 detik.
Pebalap tuan rumah NTB, Andra Arya Setya Ismaya (#18), harus puas finis di posisi keempat setelah tertinggal 3,128 detik dari pemenang.
Tak hanya merebut podium tertinggi, Nabil Zahsena juga mencatatkan fastest lap pada putaran ke-5 dengan waktu 1 menit 50,467 detik dan kecepatan maksimum mencapai 178,80 km/jam.
Secara keseluruhan, MRS 2026 Seri 3 diikuti oleh 107 starter di enam kelas berbeda. Empat di antaranya merupakan kelas Kejurnas—National Sport 150 (NS150).
Baca Juga: MRS Putaran Ketiga, Ajang Pemanasan Pembalap Jelang ARRC
Kemudian, National Sport 250 (NS250), Supersport 600 (SS600), dan Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC)—serta dua kelas pendukung, yakni Underbone 150 dan Junior Sport 250 U-18.
Guna mematangkan kesiapan pebalap Indonesia menuju panggung dunia, PRIDE Motorsport bersama MGPA dan didukung IMI menerapkan regulasi kualifikasi baru bergaya kejuaraan dunia (Q1 dan Q2) pada kelas Kejurnas NS250 dan IJTC U-15.
Sistem baru ini meloloskan 10 pebalap tercepat dari akumulasi Free Practice langsung ke Q2. Sedangkan pebalap di peringkat ke-11 dan seterusnya harus berebut lima tiket tersisa melalui babak Q1.
CEO PRIDE Motorsport Eddy Saputra, menegaskan bahwa penyesuaian regulasi ini dirancang untuk membina mental dan pemahaman regulasi pebalap sejak dini.
Baca Juga: Jelang ARRC, Putaran Ketiga Mandalika Racing Series 2026 Dipercepat ke Juli
Pihaknya bukan sekadar menyelenggarakan balapan, tetapi memberikan edukasi regulasi internasional di setiap putaran agar pebalap terbiasa. Khususnya bagi pebalap junior, penting untuk memiliki pemahaman regulasi yang kuat sejak dini.
"Tidak hanya skill yang diasah, tetapi juga penguasaan aturan balap internasional secara utuh," ujar Eddy.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan