LombokPost – Formula 1 resmi mengumumkan kembalinya Sirkuit Internasional Sepang ke kalender balap musim 2026. Malaysia ditunjuk sebagai tuan rumah pengganti Grand Prix Bahrain yang dibatalkan akibat konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan kalender terbaru Formula 1, balapan di Sepang dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026. Ini menjadi momen bersejarah karena Malaysia kembali menggelar balapan Formula 1 setelah terakhir menjadi tuan rumah pada 2017.
Meski digelar di Malaysia, seri tersebut tetap menggunakan nama Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia. Keputusan itu diambil sebagai bagian dari kesepakatan antara Formula 1, Pemerintah Bahrain, dan penyelenggara di Malaysia.
Baca Juga: Fabio Quartararo Resmi Tinggalkan Yamaha, Gabung Honda HRC untuk MotoGP 2027
Laporan ESPN menyebutkan Bahrain masih menanggung sebagian besar biaya penyelenggaraan, sehingga identitas Grand Prix Bahrain tetap dipertahankan meski lokasi balapan dipindahkan ke Sepang.
CEO Formula 1 Stefano Domenicali mengatakan keputusan tersebut menunjukkan fleksibilitas penyelenggara dalam menjaga keberlangsungan kalender kejuaraan dunia.
"Kami senang dapat memastikan Malaysia akan menjadi tuan rumah Grand Prix Bahrain pada 2026. Sekali lagi, Formula 1 menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi, menemukan solusi, dan tetap menghadirkan balapan bagi para penggemar di seluruh dunia," ujar Domenicali.
Baca Juga: David Alonso Resmi Naik ke MotoGP 2027 bersama Honda, Tim yang Akan Dibela Masih Dirahasiakan
Kembalinya Sepang mengakhiri penantian panjang para penggemar Formula 1 di Asia Tenggara. Sirkuit yang dikenal dengan karakter trek cepat dan cuaca tropis itu selama bertahun-tahun menjadi salah satu seri favorit pembalap maupun penonton.
Masuknya Malaysia juga membuat kalender Formula 1 musim 2026 kembali lengkap dengan 23 seri balapan.
Meski demikian, Formula 1 masih memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah. Dua seri penutup musim, yakni Grand Prix Qatar dan Grand Prix Abu Dhabi, masih berpotensi mengalami perubahan apabila konflik di kawasan tersebut terus berlanjut.
Dengan kembalinya Sepang, Asia Tenggara kembali memiliki salah satu balapan paling bergengsi di dunia. Kehadiran Formula 1 juga diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap sektor pariwisata, ekonomi, dan industri olahraga otomotif Malaysia.
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Jawa Pos