LombokPost - Pembalap kebanggaan NTB Arai Agaska Dibani Laksana, sukses meraih podium tertinggi setelah memenangi persaingan sengit pada Race 2 kelas National Supersport 600 CC ajang Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran ketiga.
Kemenangan ini menjadi momen emosional sekaligus penembus rasa penasaran bagi pembalap berjuluk The Sasak's Boy tersebut. Setelah gagal menembus posisi tiga besar pada Race 1 dan bangkit mengamankan podium di sesi Superpole, Arai akhirnya meraih juara 1 pada Race 2.
Aksi menguras emosi tersaji sepanjang 10 putaran lintasan sepanjang 4,31 kilometer tersebut. Menunggangi YZF-R6 milik tim Yamaha Nitiracing Pikoli DRS Dynavolt RCB AHRS HDS Racing, pembalap bernomor start 38 ini terlibat duel taktik dan wheel-to-wheel yang amat ketat melawan Herjun Atna Firdaus dari Astra Honda Racing Team (AHRT).
Memasuki putaran-putaran akhir, atmosfer lintasan kian memanas. Arai yang mencatatkan waktu putaran terbaiknya 1 menit 38,140 detik pada lap ke-9 terus menempel ketat dan memberikan tekanan hebat kepada Herjun.
Arai berhasil menyentuh garis akhir terlebih dahulu dengan total catatan waktu 16 menit 28,407 detik. Unggul tipis 0,134 detik dari Herjun Atna Firdaus yang harus puas menduduki posisi kedua. Sementara itu, posisi ketiga diamankan pembalap Jawa Tengah, Wahyu Nugroho.
Keberhasilan meraih podium utama di rumah sendiri ini menjadi bukti mental baja Arai Agaska dalam merespons tekanan usai hasil kurang maksimal di awal akhir pekan balapan, sekaligus mempertegas dominasinya di kelas para raja Supersport 600 CC.
Baca Juga: Felix Putra Mulya Curi Perhatian Pitwalk MRS 2026
”Alhamdulillah sangat bangga, Arai belajar dari kesalahan pada round yang sudag terlewati. Arai ucapkan terimakasih pada para tim yang selalu mensupport, sampai jumpa pada round berikutnya,” ucap Arai pada wartawan usai balapan, Minggu (26/7).
Berhasil naik podium termotivasi dari banjirnya dukungan masyarakat yang berharap dirinya mendapat prestasi membanggakan dalam ajang MRS 2026. Terlebih kedua orang tua yang langsung menyaksikan dirinya balapan di Mandalika.
Selama balapan Arai mencoba tidak terlalu emosional mengingat lintasan sirkuit cukup panas. Arai mempush kuda besinya menjelang last lap serta mengatur ritme ban motor agar tidak cepat habis sebelum finis.
Ketua KONI NTB Mori Hanafi bersyukur beberapa pembalap asal NTB mulai berhasil mencetak prestasi di dunia otomotif. Menurutnya inilah keuntungan masyarakat NTB memiliki Sirkuit Mandalika. Termasuk kerja keras para pelatih dan tim dalam mengasah kemampuan putra-putra NTB ini.
Baca Juga: Pergerakan Wisatawan Terus Tumbuh Melalui BIZAM Lombok
”Ke depan kita menjadi tidak ragu bahwa suatu saat, pembalap NTB bisa menjadi juara nasional maupun internasional karena sirkuit ini juga sudah berstandar internasional,” katanya.
GM The Mandalika I Made Pari Wijaya mengatakan, secara garis besar dirinya melihat pemahaman pembalap Indonesia semakin baik dengan diterapkannya aturan balap internasional pada ajang MRS putaran ketiga ini. ”Kami terus lakukan evaluasi dan menerima masukan kritikan dalam mempersiapkan event-event balapan,” katanya.
CEO PRIDE Motorsport Eddy Syahputra mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi yang lebih mengutamakan unsur keselamatan di dalam lintasan. Regulasi teknis juga diperbaharui agar persaingan antar motor pabrikan tidak ada gap. ”Pelaksanaan juga cukup berbeda karena ada regulasi yang mengharuskan pembalap ber-atitude, saling menghormati lebih baik,” katanya.
MRS putaran ketiga ini menjadi ajang pemanasan pembalap Indonesia sebelum berlaga di ARRC pada awal Agustus nanti. Melihat rentan waktu ini menurutnya sudah cukup bagi para pembalap meyiapkan fisik dan mental maupun motor balap agar lebih kompetitif pada ajang internasional tersebut.
”MRS putaran keempat akan kita gelar lagi pada tanggal 20 September dan putaran kelima 10 November nanti,” tandasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post