Curi Start di Mandalika, Veda Ega dan Mario Aji Siapkan Kejutan Bagi Rival Dunia di MotoGP Indonesia 2026

Lestari Dewi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 06:17 WIB
Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji saat mempersiapkan motor balapnya ketika latihan pribadi di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah.
Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji saat mempersiapkan motor balapnya ketika latihan pribadi di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah.

 

LombokPost-Hitung mundur menuju MotoGP Indonesia 2026 kian memanas. Balapan yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika ini menaruh harapan besar publik Tanah Air pada dua nama Veda Ega Pratama di kelas Moto3 dan Mario Suryo Aji di kelas Moto2.

Mencuri start persiapan, kedua pembalap kebanggaan Indonesia tersebut sudah turun mengaspal di Mandalika pekan lalu. Sesi latihan intensif ini menjadi modal berharga bagi Veda dan Mario untuk membangun kembali kedekatan dengan karakter lintasan, jauh sebelum para rival internasional menginjakkan kaki di Lombok pada sesi resmi Oktober mendatang.

Pengamat otomotif sekaligus Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA) periode 2022–2026 Priandhi Satria, menilai langkah ini sangat krusial. Fokus utamanya bukan sekadar memburu catatan waktu, melainkan mengasah kembali insting balap dan memetakan ulang karakter sirkuit sepanjang 4,31 kilometer tersebut. 

Baca Juga: Cerita Mario dan Veda Jajal Aspal Sirkuit Mandalika, Pilih Nikmati Proses dan Mengenali Karakter Lintasan tanpa Beban Target

“Meski mengendarai motor latihan yang berbeda dengan spesifikasi Grand Prix, setiap putaran dimanfaatkan Veda dan Mario untuk memahami racing line, perubahan kondisi aspal, hingga hempasan angin khas pesisir Lombok,” katanya pada Koran ini, Selasa (28/7). 

Keuntungan ini akan terasa dampaknya saat sesi latihan bebas dimulai nanti. Di saat pembalap luar negeri masih sibuk beradaptasi dengan suhu dan trek, Veda dan Mario sudah mengantongi feeling terbaik mereka.

Bagi Mario Suryo Aji, kata Priandhi, latihan ini bagai menyegarkan kembali ingatan lamanya. Jam terbangnya di Sirkuit Mandalika selama beberapa musim terakhir membuat lekuk tiap tikungan sudah berada di luar kepala. “Muscle memory-nya masih Mandalika,” tegasnya.

Baca Juga: Felix Putra Mulya Curi Perhatian Pitwalk MRS 2026

Di sisi lain, sorotan tajam tertuju pada Veda Ega Pratama. Seri Mandalika mendatang akan menjadi penampilan perdana pembalap muda asal Gunungkidul ini di ajang Moto3 World Championship di rumah sendiri. Tampil impresif sepanjang paruh pertama musim 2026, Veda diharapkan mampu menjaga konsistensi dan tampil tanpa beban di depan puluhan ribu pendukungnya.

“Targetnya tentu bisa finis di posisi maksimal dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Harapannya, tentu saja podium,” ujar Andhi sapaan akrabnya.

Selain persiapan teknis, cuaca ekstrem Mandalika diprediksi kembali menjadi pembunuh berdarah dingin bagi para pembalap Eropa. Suhu permukaan lintasan yang kerap menembus 50 hingga 55 derajat Celsius bakal menguji fisik hingga batas maksimal. 

Baca Juga: Arai Agaska Pecah Telur, Sabet Podium Tertinggi Race 2 MRS 2026

Namun, cuaca tropis yang menyengat ini justru menjadi senjata rahasia bagi Mario dan Veda yang tumbuh besar di iklim serupa. Daya tahan fisik keduanya pun sudah diuji dalam latihan pekan lalu.

“Veda sukses melahap tak kurang dari 90 putaran pada hari kedua, sementara Mario menyelesaikan 69 putaran. Volume latihan yang tinggi ini diproyeksikan menjadi pembeda vital di lap-lap krusial menjelang garis finis,” bebernya.

Menghadapi potensi tekanan dari publik sendiri, menurut Andhi, kedua pembalap punya resep masing-masing. Veda memilih tetap rileks agar dapat menikmati tiap momen balapan kandang pertamanya, sedangkan Mario mengandalkan kematangan dari pengalaman tiga musim di Grand Prix untuk tampil lebih tenang dan presisi.

Baca Juga: Khusus Warga NTB, Tiket MotoGP Indonesia 2026 Diskon 50 Persen, Ini Rincian Harganya

Aksi Veda dan Mario di Mandalika tak cuma soal perebutan poin atau podium. Hasil manis di kandang sendiri diyakini akan memberi dampak berantai bagi ekosistem balap nasional. Mulai dari memikat sponsor hingga memantik gairah pembinaan generasi muda melalui ajang seperti Pertamina Mandalika Racing Series.

Dengan persiapan matang yang dicuri lebih awal, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji siap menggebrak Mandalika mengibarkan Merah Putih dan mengukir tinta emas di hadapan publik sendiri.

Sebelumnya, Mario Aji mengatakan, latihan ini murni diprioritaskan untuk pengenalan karakter trek, bukan mengejar lap time terbaik. “Masih ada waktu latihan lagi, saya rasa cukup,” ucap pembalap nomor 64 ini didampingi Veda Ega. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
motogp indonesia 2026 pengamat otomotif Veda Ega Sirkuit Internasional Mandalika Mario Aji