Cetak Sejarah! Alexandra Eala Jadi Petenis Asia Tenggara Pertama yang Menjuarai WTA 500

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 21:12 WIB
Alexandra Eala kalahkan Elina Svitolina 6-3, 6-4 dan melaju ke semifinal Washington Open 2026. Berikutnya menghadapi Naomi Osaka. (Instagram Alexandra Eala)
Alexandra Eala kalahkan Elina Svitolina 6-3, 6-4 dan melaju ke semifinal Washington Open 2026. Berikutnya menghadapi Naomi Osaka. (Instagram Alexandra Eala)

LombokPost – Petenis muda berbakat asal Filipina, Alexandra Eala, resmi mengukir sejarah baru dalam dunia tenis internasional. Eala menjadi petenis pertama dari kawasan Asia Tenggara yang berhasil merengkuh gelar juara di turnamen tunggal level WTA 500.

Pencapaian monumental tersebut dipastikan usai Eala menjuarai ajang Washington DC Open 2026 di William H.G. FitzGerald Tennis Center pada Senin (3/8/2026) waktu setempat.

Pertandingan babak final kontra wakil tuan rumah unggulan utama, Jessica Pegula, sempat tertunda akibat hujan deras pada hari sebelumnya saat Eala tertinggal 4-6, 1-2. Namun, ketika laga dilanjutkan pada Senin, petenis berusia 21 tahun itu tampil luar biasa dominan.

Meski sempat tertinggal 3-4 di set kedua, Eala mampu bangkit dan merebut sembilan game terakhir secara beruntun hingga mengunci kemenangan comeback dengan skor 4-6, 6-4, 6-0.

“Ya, 24 jam terakhir yang gila. Saya rasa saya sudah melakukan pemanasan sekitar seribu kali. Banyak perubahan cuaca yang tidak terduga,” kata Eala.

“Tapi, saya bisa memanfaatkan waktu itu untuk mengambil pelajaran dari paruh pertama pertandingan, dan menerapkannya pada paruh kedua. Saya rasa itu berjalan dengan cukup baik,’’ paparnya.

Melampaui Catatan Legenda Tenis Asia Tenggara

Sebelum pencapaian Eala, panggung tenis Asia Tenggara mengenal nama legenda Indonesia Yayuk Basuki (6 gelar) dan petenis Thailand Tamarine Tanasugarn (4 gelar). Namun, seluruh gelar tunggal yang diraih kedua pendahulu tersebut berada pada kategori yang kini setara dengan level WTA 250. Begitu pula dengan gelar tunggal milik petenis aktif Indonesia, Janice Tjen, di Chennai tahun lalu.

Gelar WTA 500 pertama milik Eala ini terasa kian istimewa mengingat deretan lawan tangguh yang ia tumbangkan sejak babak pertama:

  • Final: vs Jessica Pegula (4-6, 6-4, 6-0)

  • Semifinal: vs Naomi Osaka (6-4, 6-2)

  • Perempat Final: vs Elina Svitolina (6-3, 6-4)

  • Babak Kedua: vs Leylah Fernandez (6-2, 7-6)

  • Babak Pertama: vs Zheng Qinwen (4-6, 6-4, 6-1)

“Saya sudah bekerja sangat keras. Astaga, memenangkan gelar WTA 500 rasanya luar biasa. Ini pencapaian yang sangat besar bagi saya,” ujar Eala.

“Di awal pekan saya sama sekali tidak membayangkan akan memegang trofi ini. Bahkan di awal tahun pun saya tidak pernah memikirkannya. Semua ini datang begitu saja dan akan selalu saya kenang,’’ ujarnya.

Tembus Ranking Top 20 dan Fenomena Tiket Sold Out

Keberhasilan menjuarai Washington DC Open 2026 memastikan Eala menembus peringkat 20 besar ranking WTA untuk pertama kalinya. Sepanjang musim ini, ia juga mencatatkan rekor impresif dengan mengoleksi tujuh kemenangan atas pemain Top 10 dunia, menyamai catatan Elena Rybakina dan Elina Svitolina.

Dukungan masif dari komunitas Filipina selalu mewarnai penampilan Eala sepanjang pekan di Washington. Gelombang antusiasme publik tersebut dipastikan berlanjut ke turnamen Canada Open pekan ini di Toronto.

Tiket laga perdana Eala pada Rabu malam dilaporkan telah habis terjual (sold out), di mana sekitar 3.100 tiket ludes tidak lama setelah jadwal pertandingan resmi dirilis.

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
Alexandra Eala tennis