LombokPost - Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) kembali menyedot perhatian dunia olahraga lewat perhelatan skala global. Event internasional bertajuk Undikma International Petanque Tournament digulirkan di lapangan petanque Kampus 1 Undikma, pada 7-9 Agustus.
Pembukaan kompetisi ini berlangsung sangat meriah. Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman hadir langsung untuk membuka turnamen secara resmi. Acara ini juga dihadiri Ketua Yayasan Pembina IKIP Mataram H Lalu Rusmiady, Rektor Undikma Prof Drs Basuki Widodo beserta jajaran, Sekjen FOPI Pusat, serta deretan tamu undangan lainnya.
Dalam arahannya, Marciano Norman menegaskan bahwa Kejuaraan Internasional Petanque Undikma 2026 bukan sekadar kompetisi rutin biasa. Event ini diproyeksikan sebagai panggung strategis bagi para atlet tanah air untuk mengukur kemampuan terbaik mereka di level dunia. Peserta yang mengikuti kejuaraan ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, serta kontingen internasional dari Malaysia hingga Prancis.
”Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan panggung bagi para atlet untuk mengukur kemampuan di level dunia sekaligus menjadi bagian dari persiapan strategis kita menuju PON 2028,” ujar Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman saat memberikan sambutan.
Baca Juga: Mori Hanafi Mantap Maju Pemilihan Ketua KONI NTB, Siap Kawal Langsung PON 2028
Tak hanya menguji ketangkasan para atlet, Marciano Norman menyoroti peranan Kejuaraan Internasional Petanque Undikma 2026 sebagai ajang simulasi dan uji coba kesiapan sarana-prasarana daerah. Dengan rutin menggembleng perangkat pertandingan lewat kejuaraan, kualitas venue dan kesiapan operasional di NTB dipastikan makin matang sebelum perhelatan akbar PON 2028 bergulir.
”KONI Pusat berharap NTB bisa menjadi tuan rumah yang sukses melalui fondasi kuat yang dibangun di Undikma,” tambahnya.
Di luar aspek teknis kompetisi, Marciano Norman terus memacu agar olahraga petanque makin memasyarakat di lingkungan akademis. Lewat momentum Kejuaraan Internasional Petanque Undikma 2026, KONI Pusat mendorong Undikma bersama perguruan tinggi lain di bawah naungan PB FOPI untuk melahirkan terobosan besar dalam mempopulerkan petanque. Pembinaan berkelanjutan diyakini bakal membuka lebar potensi raihan medali emas Indonesia pada ajang multievent mendatang seperti SEA Games.
Baca Juga: Kodrat NTB Siapkan Skuad Tarung Derajat NTB untuk PON 2028
Menutup rangkaian agenda pembukaan Kejuaraan Internasional Petanque Undikma 2026, Marciano Norman menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika Undikma yang berkomitmen konsisten membina cabor ini.
Kehadiran Kejuaraan Internasional Petanque Undikma 2026 diharapkan melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang siap mengharumkan nama bangsa, sekaligus memantapkan posisi NTB sebagai kiblat baru olahraga petanque nasional.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina IKIP Mataram H Lalu Rusmiady, mengungkapkan rasa bangganya yang amat mendalam atas penyelenggaraan Kejuaraan Internasional Petanque Undikma 2026. Perhelatan bergengsi tingkat dunia ini terbukti ampuh menyedot antusiasme peserta mancanegara, mulai dari kawasan Asia seperti Malaysia, hingga Prancis.
H Lalu Rusmiady menegaskan bahwa Kejuaraan Internasional Petanque Undikma 2026 bukan sekadar ruang adu ketangkasan fisik. Lebih dari itu, ajang ini membawa misi mulia sebagai wahana pemersatu bangsa tanpa memandang perbedaan latar belakang suku, agama, maupun asal-usul para peserta.
”Olahraga ini adalah pemersatu kita. Kita bersatu di sini untuk bermain dengan tekad Veni, Vidi, Vici: saya datang, saya bermain, dan saya juara,” tegasnya.
Peran krusial kampus dalam mendukung prestasi olahraga daerah juga menjadi sorotan utama dalam momentum Kejuaraan Internasional Petanque Undikma kali ini. ”Undikma secara konsisten membina atlet-atlet berprestasi. Fakta membuktikan sekitar 65 persen atlet PON berasal dari lingkungan Undikma dan alumni kami yang siap bersaing menyumbang medali,” ungkapnya.
Tak hanya melahirkan atlet berprestasi, kejuaraan ini turut menunjukkan superioritas kualitas SDM kampus. Guna menjaga standardisasi pembinaan olahraga, Undikma menjalin kemitraan strategis dengan perguruan tinggi papan atas Indonesia seperti Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam peningkatan mutu dosen keolahragaan.
Baca Juga: Persiapan PON 2028 Makin Panas, KONI NTB Patok Tenggat Mutasi Atlet Agustus Ini
Menutup sambutannya, H Lalu Rusmiady berpesan agar seluruh partisipan senantiasa menjaga sportivitas tinggi di atas lapangan. Bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-7 Undikma, Kejuaraan Internasional Petanque Undikma 2026 diharapkan menjadi pijakan kokoh untuk melahirkan juara-juara baru yang siap menguncang panggung internasional.
Ketua Panitia Petanque Undikma International Petanque Tournament 2026 Susi Yundarwati menjelaskan bahwa turnamen tahun ini menghadirkan persaingan ketat di lima kategori utama. Kategori yang dipertandingkan meliputi International Double Open yang diikuti 77 peserta, International Triple Open dengan 51 peserta, National Lecture Single Open sebanyak 24 peserta, National Lecture Double Open berjumlah 19 peserta, serta Triple Eksekutif yang diisi 9 peserta.
Antusiasme peserta dalam perhelatan kali ini tercatat sangat tinggi. Atlet dan pegiat olahraga petanque yang berlaga tidak hanya datang dari dalam negeri seperti Universitas Negeri Surabaya, Universitas Gorontalo, Universitas Siliwangi, dan tuan rumah Undikma, tetapi juga merambah hingga mancanegara seperti Malaysia.
Guna memacu semangat para atlet, panitia penyelenggara telah menyiapkan apresiasi bergengsi bagi para pemenang. Para juara di setiap kategori bakal membawa pulang hadiah berupa uang dana pembinaan, medali, serta sertifikat penghargaan resmi. Perhelatan skala internasional ini diharapkan mampu melahirkan atlet petanque berprestasi sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai tuan rumah event olahraga tingkat dunia.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Liputan