Bidik Target 5 Besar PON 2028, Mori Hanafi Resmi Daftar Calon Ketua KONI NTB

Pujo Nugroho • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:10 WIB

 

Mori Hanafi resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua KONI NTB. (PUJO/LOMBOK POST)
Mori Hanafi resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua KONI NTB. (PUJO/LOMBOK POST)

 

LombokPost - Mori Hanafi akhirnya mengambil langkah nyata untuk kembali memimpin KONI NTB. Secara resmi, Mori Hanafi telah mendaftarkan diri sebagai calon ketua KONI NTB, Selasa (11/8). Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi menuntaskan misi besar membawa olahraga NTB berjaya di kancah nasional, terutama saat menjadi tuan rumah PON 2028 mendatang.

Ditemui usai menyerahkan berkas persyaratan di Sekretariat TPP, Mori menegaskan bahwa motivasi utamanya kembali menjadi calon ketua KONI NTB adalah kesinambungan program. Menurutnya, persiapan sebagai tuan rumah PON 2028 sudah dirintis sejak tahun 2022. ”Saya ingin melanjutkan apa yang sudah kita perjuangkan. Perjuangan kepengurusan saat ini sangat panjang untuk persiapan NTB dan NTT sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Proses pendaftaran sebagai calon ketua KONI NTB dilakukan dengan serius. Mori mengungkapkan dirinya telah menjalani seluruh rangkaian prosedur, termasuk tes kesehatan dan cek urin dengan hasil negatif narkoba. Tak hanya itu, surat keterangan kelakuan baik dari Polda NTB pun telah diurus. Hal ini menunjukkan komitmen totalnya untuk kembali menakhodai KONI NTB demi kesuksesan PON 2028.

Baca Juga: Lebih Teruji, KONI Sumbawa Mantap Dukung Mori Hanafi Pimpin KONI NTB Lagi

Dukungan untuk dirinya mengalir dari akar rumput olahraga. Hingga saat ini, tercatat sekitar 37 dukungan yang dikantongi. Terdiri dari dukungan cabor dan KONI kabupaten/kota. ”Tadi saya juga sudah menyerahkan biaya pendaftaran. Ini ditetapkan saat rakerprov KONI NTB, jadi harus kita taati,” katanya.

Menariknya, Mori juga menanggapi santai isu terkait kemungkinan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang juga melirik posisi ketua KONI NTB. Ia menegaskan bahwa KONI NTB adalah organisasi besar yang terbuka bagi siapa saja putra terbaik daerah. Namun, ia mengingatkan pentingnya menaati aturan organisasi dan prasyarat yang telah ditentukan demi menjaga marwah olahraga NTB

Salah satu visi yang diusung Mori Hanafi adalah target lima besar di PON 2028. Ia menjelaskan bahwa KONI NTB sudah memiliki master plan dan pemetaan kekuatan atlet yang detail. Melalui sports intelligence, target masuk posisi elit nasional tersebut dinilai sangat realistis untuk dicapai jika seluruh elemen bersatu.

”Yang penting kita bisa bersatu, kita bisa bersama. Saya sudah sampaikan ini juga kepada cabor-cabor, karena terkait prestasi ini cabor juga punya kewenangan dan tanggung jawab, bukan cuma ada di KONI,” jelasnya.

Baca Juga: Bakal Calon Ketua KONI NTB Wajib Punya Bekal Pengalaman dan Modal Dukungan Minimal 30 Persen

Lebih lanjut, Mori meluruskan perbedaan peran antara KONI dan PB PON agar tidak terjadi kerancuan. Baginya, tugas utama KONI NTB adalah fokus 100 persen pada prestasi dan pembinaan atlet. Sementara urusan infrastruktur, akomodasi, dan penyelenggaraan adalah ranah PB PON. Pemisahan fokus ini krusial agar benar-benar mencapai performa puncak saat PON 2028 digelar.

Dengan pendaftaran resmi ini, Mori bersiap mengikuti tahapan pemilihan. Ia berjanji, jika kembali diberi amanah sebagai ketua KONI NTB, ia akan melakukan penyesuaian pengurus sesuai kebutuhan organisasi. Semua dilakukan demi satu tujuan yakni mengharumkan nama NTB di level tertinggi pada gelaran PON 2028 nanti.

Sementara itu, Ketua TPP Suhaimi berdasarkan hasil verifikasi awal, Mori Hanafi telah mengantongi dukungan dari 33 cabor dan 4 KONI Kabupaten/Kota di wilayah NTB.

”Dukungan yang diserahkan sudah melewati persyaratan yang ditentukan. Dari syarat 19 cabor, beliau membawa 33 cabor. Begitu juga dengan KONI kabupaten/kota yang syaratnya 3, beliau menyerahkan 4 dukungan,” ujarnya.

Baca Juga: Mori Hanafi Mantap Maju Pemilihan Ketua KONI NTB, Siap Kawal Langsung PON 2028

Meski secara dukungan sudah sangat kuat, Suhaimi menyebut ada persyaratan administratif yang masih harus disusulkan, yakni SKCK. Pihak TPP memberikan tenggat waktu bagi untuk melengkapi kekurangan berkas tersebut hingga 18 Agustus 2026 mendatang.

Menurut Suhaimi, hingga saat ini, belum ada kandidat lain yang secara resmi mendaftarkan diri. Walaupun sebelumnya tercatat ada nama lain seperti Subakti yang sudah mengambil formulir pendaftaran. Proses pendaftaran calon Ketua KONI NTB sendiri telah dibuka sejak 5 Agustus lalu.

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Liputan
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal Pemilihan Ketua KONI NTB KONI NTB Koni Pusat Mori Hanafi