LombokPost - Ajang Mandalika Festival of Speed (MFoS) kembali menyuguhkan aksi balap mendebarkan di Sirkuit Internasional Mandalika. Pada balapan kedua kelas Subaru BRZ Super Series, pebalap Rio SB tampil menggelegar dan berhasil mengamankan podium tertinggi.
Mewakili tim Rizqy Motorsport x Green Plafon Racing dengan mobil bernomor 34, Rio SB tampil sangat dominan sepanjang balapan. Ia berhasil menyentuh garis finis pertama setelah membukukan catatan waktu total 28 menit 20,709 detik.
Posisi runner-up diraih Demas Agil dari Dewa United Motorsport. Mengendarai mobil nomor 36, Demas yang terus menempel ketat sejak awal race harus puas finis di tempat kedua dengan selisih amat tipis. Ia membukukan total waktu 28 menit 21,086 detik.
Sementara itu, podium ketiga ditempati pebalap senior Fitra Eri dari Bumidia Racing. Mengendarai mobil nomor 18, Fitra mencatatkan waktu 28 menit 30,130 detik.
Ditemui usai balapan, Rio SB mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil maksimal yang diraih berkat kerja keras tim dan dukungan keluarga. Ia membeberkan kunci kemenangannya tak lepas dari penyesuaian set-up pada kendaraannya.
“Balapan kali ini ada perubahan set-up di bagian belakang yang dibuat cenderung lebih grip. Tapi untuk durasi lama, mobil jadi agak understeer. Saya lihat Demas dan Fitra cukup bagus, tapi di pertengahan lap mulai ada jarak. Ada beberapa peluang yang saya manfaatkan untuk menyerang. Sempat melakukan kesalahan hingga mobil oversteer, tapi masih berada di dalam trek dan berhasil mempertahankan posisi hingga finis,” ujar Rio usai balapan, Minggu (16/8).
Baca Juga: Diskon Serba 17 Persen dan Nasi Tumpeng Ayam Taliwang Warnai Promo Kemerdekaan Swiss-Belcourt Lombok
Menghadapi dua putaran tersisa, Rio mengaku akan tetap fokus memperhitungkan kondisi cuaca di Sirkuit Mandalika agar bisa mengamankan poin maksimal.
Di sisi lain, Demas Agil menyadari tantangan berat yang dihadapi pebalap di posisi terdepan. Menurutnya, pebalap yang berada di depan membelah angin kerap lebih kesulitan mempertahankan ritme.
“Pengalaman berharga buat saya bisa fight terus dari awal. Yang membuka angin di depan memang lebih struggling, sehingga Rio yang dari belakang bisa maju ke depan. Target saya tentu bisa mengunci gelar juara di MFoS ini. Hasil hari ini baik, tapi belum cukup. Nanti kita ketemu lagi di putaran berikutnya bulan Oktober,” tegas Demas.
Sementara itu, Fitra Eri mengakui adanya kendala teknis pada kendaraannya yang membuat lajunya tertahan setelah sempat menempel ketat di awal laga.
“Sebenarnya posisi ketiga ini di luar harapan, inginnya bisa terus fight bareng Rio dan Demas. Tapi ternyata hanya bisa menempel di tiga lap awal,” katanya.
“Setelah itu performa ban terasa di luar kewajaran, tidak tahu apakah ada setting-an yang berubah. Sempat juga tersenggol sekali di mobil Demas pada lap awal. Di lap-lap akhir coba push, tapi jaraknya sudah terlalu jauh. Masih ada dua round lagi, nanti kita fight lagi,” pungkas Fitra.
Baca Juga: Literasi dan Numerasi Loteng Masih Rendah, Wabup Nursiah Dorong Sekolah Tingkatkan Minat Baca
Terpisah, Vice President Operations Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Try Agung Hartanto mengatakan, gelaran MFoS akan berlanjut ke seri keempat yang dijadwalkan berlangsung pada 16—18 Oktober 2026. Jadwal itu hanya berjarak sepekan setelah pergelaran ajang balap dunia MotoGP Mandalika 2026.
Pihaknya berharap rentetan ajang ini mampu menyedot animo masyarakat dan wisatawan lokal maupun luar daerah.
“Diharapkan penonton MotoGP dari luar daerah masih tetap tinggal di Lombok untuk menyaksikan balapan mobil nasional ini. Kita harapkan juga peserta balap di MFoS bisa menonton balapan MotoGP dulu baru ikutan di balapan keempat,” terang Try Agung.
Mengingat jeda waktu yang sangat singkat, hanya satu pekan, manajemen MGPA menegaskan pentingnya efisiensi logistik.
“Melihat rentang waktu yang hanya sepekan, bongkar muat logistik harus diperhitungkan tepat waktu. Artinya persiapan akan sangat ketat,” tambahnya.
Try Agung optimistis konsistensi pergelaran ajang otomotif di Sirkuit Mandalika dapat memberikan dampak ekonomi berganda bagi daerah.
“Kita harapkan event-event yang hadir di sirkuit ini bisa mendorong angka kunjungan wisatawan, mendongkrak pertumbuhan investasi, serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” tutupnya.
Editor : Akbar Sirinawa Sumber : Liputan Berita Lombok Post