LombokPost – Kabar mengejutkan datang dari sepak bola India. Salah satu kontestannya menjual saham hanya dengan harga Rp 18 ribu.
Klub ini merupakan peserta kompetisi Indian Super League (ISL). Dengan penjualan saham itu, mereka dipastikan mundur dari ISL 2026/2027.
Keputusan tersebut diambil setelah klub yang berstatus sebagai anggota pendiri ISL itu mengalami kendala finansial.
Klub tersebut adalah Jamshedpur FC. Penjualan saham itu karena tidak lagi mampu membiayai operasional klub sekaligus memenuhi kewajiban pembayaran biaya partisipasi liga.
Baca Juga: Barcelona Siapkan €100 Juta Usai Sepakat Secara Personal Dengan Lautaro Martinez
Jamshedpur Football and Sporting Private Limited (JFSPL) selaku pengelola klub bahkan gagal membayar cicilan biaya partisipasi ISL sebesar 5,5 juta rupee atau sekitar Rp1,02 miliar hingga batas waktu 31 Juli 2026.
Jamshedpur FC sebelumnya telah menjadi bagian dari ISL selama sembilan tahun. Klub tersebut tercatat sebagai salah satu anggota pendiri kompetisi kasta tertinggi sepak bola India tersebut.
Krisis finansial kemudian berujung pada perubahan kepemilikan klub. Pemilik Jamshedpur FC menjual 100 persen saham JFSPL kepada Churchill Brothers FC.
Baca Juga: Hull City Berminat Boyong Bintang Timnas Jepang Keito Nakamura
Yang mengejutkan, transaksi tersebut dilakukan dengan nilai yang sangat kecil, yakni hanya 100 rupee atau sekitar Rp 18 ribu.
Meski demikian, Churchill Brothers FC kemudian dapat mengambil alih posisi Jamshedpur FC di kompetisi ISL.
Klub tersebut mengambil alih lisensi serta kontrak kerja 12 pemain dan dua pelatih Jamshedpur FC yang berlaku mulai September 2026.
Baca Juga: Federasi Sepak Bola Italia Amburadul! Paolo Maldini dan Leonardo Resmi Mundur dari FIGC
Churchill Brothers juga disebut telah melunasi biaya partisipasi liga. Dengan demikian, posisi Jamshedpur FC di ISL 2026/2027 dapat diteruskan oleh Churchill Brothers.
Mundurnya Jamshedpur FC sekaligus menjadi akhir dari perjalanan klub tersebut sebagai salah satu anggota pendiri ISL.
Selama sembilan tahun, klub yang bermarkas di Jamshedpur itu menjadi salah satu peserta reguler kompetisi sepak bola kasta tertinggi India.
Namun, persoalan finansial membuat klub akhirnya harus meninggalkan kompetisi dan menyerahkan keberlanjutan lisensi serta skuadnya kepada pemilik baru.
Editor : Kimda Farida