LombokPost - Proses pemilihan ketua KONI NTB resmi diambil alih KONI Pusat. Ini diberlakukan setelah pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB mengalami jalan buntu alias deadlock.
Langkah KONI Pusat ini dipicu kegagalan administrasi dari dua nama yang sebelumnya mendaftar sebagai bakal calon. Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) menyatakan kedua pendaftar yakni Mori Hanafi dan Lalu Muhamad Iqbal tidak lolos tahap penilaian, sehingga tidak ada satu pun nama yang bisa diajukan ke forum musyawarah.
Kabid Organisasi KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Eko Budi menegaskan bahwa KONI Pusat akan merombak total tahapan yang pernah ada. Pihaknya akan menunjuk tim caretaker untuk menyusun ulang regulasi dari tingkatan paling dasar.
Baca Juga: Tampil Perkasa di Kejurnas BHS Cup III, Kodrat NTB Sabet Predikat Juara Umum Kedua
”Prosesnya akan kita mulai benar-benar dari nol lagi. Nanti tim caretaker yang dibentuk KONI Pusat yang menyusun ulang mekanisme penjaaringan, pembentukan TPP baru, hingga tata cara pendaftarannya,” ujar Eko Budi ditemui usai menghadiri Musorprov KONI NTB.
Meski pemilihan ketua KONI NTB diulang dari tahap awal, Eko Budi memastikan pintu pendaftaran tidak tertutup bagi figur lama. Dua bakal calon yang sebelumnya dinyatakan gugur administrasi tetap diberikan kesempatan untuk kembali mendaftarkan diri dalam mekanisme baru yang disusun caretaker.
”Prinsipnya kita terbuka dan adil. Siapa saja yang berminat boleh ikut mendaftar lagi, termasuk dua bakal calon sebelumnya. Dan dalam mekanisme yang diatur oleh caretaker ini, tidak ada biaya atau uang pendaftaran yang dipungut dari para calon,” katanya.
Baca Juga: Hasil Drawing Champions League Pertemukan Arsenal dengan Real Madrid dan Bayern Munich
Saat ini, dokumen dan laporan hasil musyawarah yang mengalami titik buntu tersebut tengah difinalisasi untuk segera diserahkan ke jajaran pimpinan pusat. Langkah pemilihan ketua KONI NTB ini ditargetkan tuntas dalam rentang waktu satu hingga dua minggu ke depan setelah laporan resmi diterima, agar kepengurusan definitif dapat segera terbentuk.
Sementara itu, Mori Hanafi yang resmi demisioner sebagai Ketua KONI NTB mengapresiasi mekanisme yang sudah berjalan sesuai aturan. ”Saya maju sebagai bakal calon dan TMS itu saya terima,” katanya.
Mori selanjutnya menyerahkan proses berikutnya kepada KONI Pusat sebagai caretaker. ”Nanti pasti ada musyawarah selanjutnya karena belum ada ketua yang terpilih,” ujarnya.
Terkait kesempatan untuk maju kembali sebagai bakal calon, Mori masih belum bisa memastikannya. ”Saya akan lihat nanti bagaimana keadaannya. Jika memang voters masih mempercayai dan menginginkan saya maju, tentu saya tidak bisa menolak,” cetusnya.
”Tapi kita lihat nanti. Apapun itu pasti hasilnya demi yang terbaik untuk PON 2028,” tandasnya.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Liputan