3 starting XI AC Milan vs Lazio yang Kemungkinan Diganti saat Kontra Benfica

Prihadi Zoldic • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 09:44 WIB
DIPERTANYAKAN: Ruben Loftus-Cheek, salah satu pemain AC Milan yang tak tampil maksimal dalam laga kontra Lazio. (Istimewa)
DIPERTANYAKAN: Ruben Loftus-Cheek, salah satu pemain AC Milan yang tak tampil maksimal dalam laga kontra Lazio. (Istimewa)

 

LombokPost - Ruben Loftus-Cheek tak bermain maksimal di belakang Goncalo Ramos dalam lga tandang AC Milan kontra Lazio akhir pekan lalu.

Karenanya, dalam laga AC Milan vs Benfica tengah pekan ini di lanjutan Liga Eropa, Ruben Loftus-Cheek kemungkinan akan dicadangkan.

Penggantinya antara Christian Pulisic atau pemain baru AC Milan Omari Hutchison.

Baca Juga: Ini soal Yunus Musah,Adrien Rabiot, dan Luka Modric, AC Milan Pilih Mana

Pada Ruben Loftus-Cheek harapan disematkan, dia seharusnya menjadi salah satu sumber kreativitas AC Milan.

Namun perannya justru terasa samar, dalam skema 3-4-2-1, pemain di belakang striker dituntut mampu menemukan ruang, menghubungkan lini tengah dengan serangan, sekaligus memberikan ancaman di sepertiga akhir.

Ruben Loftus-Cheek gagal menunjukkan kualitas itu secara konsisten, kemudian AC Milan memasukkan Christian Pulisic yang terbukti mampu mencetak 1 assist. 

Baca Juga: Tak Ada Waktu Bersantai, Skuad AC Milan Langsung Berlatih Jelang Laga Kontra Benfica

Masalahnya bukan sekadar soal salah umpan atau kehilangan bola, yang lebih mengkhawatirkan adalah minimnya pengaruh Ruben Loftus-Cheek terhadap permainan AC Milan.

PEMANASAN: Christian Pulisic dalam salah satu sesi latihan AC Milan. (Istimewa)
PEMANASAN: Christian Pulisic dalam salah satu sesi latihan AC Milan. (Istimewa)

 

Ia terlalu sering berada di antara lini tanpa benar-benar menjadi penghubung yang efektif bagi permainan AC Milan. 

Ketika pemain yang ditempatkan tepat di belakang striker tidak mampu memberi kreativitas maupun tekanan berarti, struktur serangan AC Milan otomatis kehilangan satu dimensi penting.

Baca Juga: Pilih Mana AC Milan, Luka Modric atau Yunus Musah, Ini Kata Ruben Amorim

Beralih ke sektor tengah AC Milan, Luka Modric diperkirakan tidak akan menjadi starter.

Ketika AC Milan memulai perjalanan mereka di Liga Eropa menghadapi Benfica, pilihan yang lebih rasional adalah mendustakan Yunus Musah dan Adrien Rabiot atau Ardon Jashari di tengah. 

Keputusan tersebut lebih berkaitan dengan kebutuhan untuk memberikan Luka Modric waktu istirahat, ingat, usianya sudah 41 tahun.

Baca Juga: Diego Moreira the Best, Yunus Musah the Beast, AC Milan Dapat Pelajaran Berharga

Dengan jadwal yang padat, AC Milan tampaknya ingin menjaga kondisi Luka Modric agar tetap fit untuk pertandingan-pertandingan berikutnya, sekaligus memaksimalkan pemain yang lebih memiliki stamina dan daya jelajah. 

Hal itu jelas tak dimiliki Luka Modric yang memang bertipe pengatur tempo, sekaligus sudah berumur. 

Beralih ke sektor wingback kiri, Pervis Estupinan hampir pasti dicadangkan AC Milan, diganti Diego Moreira. 

Baca Juga: Saatnya AC Milan Sudahi Bongkar Pasang, Ini Nama-nama Terbaik yang Harus Dimainkan

Masuk sebagai pemain pengganti dalam laga kontra Lazio, Diego Moreira langsung memberikan dampak luar biasa dengan mencetak dua gol untuk AC Milan.

Di usia 22 tahun 37 hari, Diego Moreira kini tercatat sebagai pemain termuda AC Milan yang mampu mencetak brace setelah masuk dari bangku cadangan di Serie A sejak musim 2004-2005.

LUAR BIASA: Diego Moreira, pemain AC Milan yang mencetak 2 gol dalam laga kontra Lazio. (Istimewa)
LUAR BIASA: Diego Moreira, pemain AC Milan yang mencetak 2 gol dalam laga kontra Lazio. (Istimewa)

 

Bukan sekadar tampil impresif, Diego Moreira baru saja menorehkan namanya dalam sejarah Rossoneri, sehingga wajar dia akan menggantikan Pervis Estupinan yang semakin melempem. 

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
diego moreira ruben loftus-cheek yunus musah ac milan luka modric