LombokPost – Sambut perhelatan bergengsi MotoGP Mandalika 2026, PRIDE Motorsport bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan didukung Ikatan Motor Indonesia (IMI) terus mematangkan kesiapan para pembalap tanah air. Pada putaran keempat Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, penyelenggara resmi mengadopsi sejumlah regulasi baru yang mengacu pada aturan standar Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).
Edukasi dan penyesuaian aturan ini dilakukan agar para pembalap serta manajer tim memahami prosedur serta regulasi ketat yang berlaku di kancah internasional. “Regulasi baru ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para pembalap ketika berlaga di sirkuit internasional maupun ajang kejuaraan dunia nantinya,” ungkap Ketua Pelaksana MRS, Arif Syahbani, Sabtu (19/9).
Baca Juga: Pembalap Jebolan MRS Tembus Moto4 Asia Cup
Beberapa penyesuaian aturan baru yang diterapkan pada seri keempat ini meliputi perubahan skema kualifikasi hingga prosedur keselamatan di pit lane. Pada kelas National Sport 250 (NS250) dan Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) 150 U-15, kuota pembalap yang lolos langsung ke sesi Q2 ditingkatkan dari 10 menjadi 14 pembalap berdasarkan akumulasi waktu sesi latihan resmi.
“Sementara dari Q1, jumlah pembalap tercepat yang berhak melaju ke Q2 ditambah dari dua menjadi empat pembalap,” kata dia.
Selain itu, regulasi baru juga memberikan dispensasi bagi pembalap yang mengalami kendala teknis atau cedera saat sesi latihan sehingga gagal mengikuti kualifikasi. Atas persetujuan Race Direction, pembalap tersebut tetap diperbolehkan memulai balapan dari posisi grid paling belakang, dengan syarat pernah mencatatkan waktu minimal sama atau lebih cepat dari 107 persen waktu pembalap tercepat di sesi FP1 atau FP2.
Aspek keselamatan dan ketertiban di pintu keluar pit (pit exit) juga menjadi fokus utama penyesuaian regulasi. Jumlah pembalap yang diizinkan start dari pit lane kini dibatasi maksimal 10 pembalap. Jika melebihi kuota tersebut, panitia akan memberlakukan prosedur start ulang dengan metode Quick Start.
Baca Juga: Moto4 Asia Cup 2026 Umumkan Pembalap dan Kalender Baru: Thailand Pembuka, Mandalika Jadi Magnet
Bagi pembalap yang harus start dari pit lane, mereka diwajibkan menunggu lampu hijau di pit exit menyala setelah seluruh rombongan pembalap di lintasan melewati Tikungan 1 dengan aman. Pembalap juga wajib mematuhi batas kecepatan (pit limiter) serta dilarang keras memotong garis putih penanda (blend line) demi mencegah risiko benturan berbahaya.
Sementara itu, pembalap yang terlambat keluar pit lane saat Sighting Lap diharuskan melakukan Start Warm-Up Lap dari pit lane dan wajib menjalani sanksi Double Long Lap Penalty. “Dengan aturan ini, pembalap jadi paham betul bagaimana prosedur awal balapan, cara menerima hukuman ketika melakukan pelanggaran, hingga prosedur start dari pit lane,” jelas Arif.
Pada putaran keempat MRS 2026 ini, sebanyak 108 starter terdaftar untuk bersaing ketat. Sebanyak 80 starter turun di empat kelas utama Kejurnas—National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Supersport 600 (SS600), dan IJTC U-15—serta 28 starter lainnya bertarung di kelas pendukung Underbone 150 dan Junior Sport 250 U-18.
Penerapan regulasi FIM ini terasa kian krusial mengingat tiga pembalap muda dari kelas IJTC bakal berlaga di kelas Moto4 Asia Cup yang menjadi supporting class pada gelaran MotoGP Mandalika mendatang. “Kami berharap pembalap-pembalap muda kita benar-benar menguasai dan memahami regulasi FIM ini saat bersaing di ajang internasional nanti,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan