LombokPost - Persaingan sengit dan sarat drama tersaji pada balapan kedua kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) dalam ajang Mandalika Racing Series (MRS) 2026 Seri 4 di Sirkuit Internasional Mandalika, The Mandalika, Lombok Tengah, Ahad (20/9). Aksi saling salip di lintasan sepanjang 4,31 kilometer tersebut berlangsung panas hingga diwarnai sejumlah insiden jatuhnya pembalap.
Sejak bendera start dikibarkan, tensi persaingan antarpembalap muda bertalenta tanah air ini langsung tinggi. Rapatnya jarak antar-pebalap di lintasan lurus maupun tikungan membuat beberapa insiden tidak terelakkan. Meski demikian, pembalap muda Resky YH berhasil keluar sebagai pemenang setelah menyelesaikan balapan dramatis tersebut.
Baca Juga: Dukung Talenta Lokal Tembus Balap Dunia, Pertamina All Out di Mandalika Racing Series
Insiden awal sempat menimpa pembalap I Made P. W. dan Faqih W. Al G. yang harus menyelesaikannya lebih awal akibat insiden terjatuh. Tak berhenti di situ, intensitas balapan makin meningkat memasuki lap-lap akhir. Menjelang last lap, giliran pembalap nomor urut 117, Ahmad Azel. S, serta pembalap nomor 96 asal NTB, Gian Muhammad mengalami crash saat berjuang menembus zona papan atas.
Di tengah ketatnya persaingan dan gugurnya beberapa pebalap, konsistensi ditunjukkan oleh Resky YH dari Astra Motor Racing Team - Yogyakarta. Mengendalikan laju motornya dengan sangat tenang, Resky berhasil menyentuh garis finish pertama dengan catat waktu total 17 menit 03,519 detik.
Ia hanya unggul tipis +0,180 detik dari Moch Zidan Deo R dari Redline 57 Racing Team yang harus puas menempati posisi kedua. Sementara itu, podium ketiga diamankan oleh Anindya Baskoro S dari BBS Racing Team dengan selisih waktu +0,321 detik. Posisi keempat dan kelima masing-masing diisi oleh Bintang Pranata S (#38) dan Marciano M.C. Risakotta.
Baca Juga: Sengit di Sirkuit Mandalika, Pembalap Muda Tampil Impresif pada Race 1 MRS Seri 4
Direktur Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Donny Mahardjono menegaskan, jatuhnya para pembalap bukan disebabkan oleh kondisi lintasan. “Penyebab crash bisa macam-macam. Kalau dari sisi track, kami berani berikan jaminan bahwa lintasan sirkuit sudah terstandarisasi IMI dan FIM. Bisa jadi karena dinamika balapan atau murni kecelakaan,” terangnya, Ahad (20/9).
Banyaknya insiden juga menyoroti kesigapan para marshal lokal dalam mengamankan pembalap serta kendaraan. Menurut Donny, rutinnya event balap di Mandalika secara langsung menggembleng kompetensi mereka. “Ini membuktikan putra-putra daerah NTB makin mahir dan sigap menjalankan tugas di garis depan,” tegasnya.
Baca Juga: Edukasi Pembalap Menuju Pentas Dunia, MRS Seri Keempat Terapkan Regulasi Baru Standar FIM
Kemenangan dramatis ini kian mengukuhkan sengitnya peta persaingan di kelas pembinaan IJTC pada ajang MRS seri keempat musim ini. Para pembalap muda berhasil menyuguhkan tontonan balap yang memacu adrenalin bagi para pencinta otomotif di Sirkuit Mandalika.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmen penuhnya dalam mendukung tumbuh kembang talenta muda balap Indonesia melalui ajang MRS 2026. Putaran keempat kejurnas yang digelar di Sirkuit Internasional Mandalika ini menjadi pijakan krusial bagi para pembalap lokal untuk bisa menembus panggung balap internasional.
Manager Corporate Brand PT Pertamina (Persero) Raden Panji Adhitiyo Putera menyampaikan, dukungan Pertamina tidak sebatas menjadi sponsor utama MRS maupun gelaran bergengsi MotoGP Mandalika 2026. Lebih dari itu, Pertamina turut memfasilitasi seluruh kebutuhan kegiatan selama balapan berlangsung.
“Sebagai bagian dari upaya kami agar teman-teman pembalap lebih bersemangat. Contoh nyata hasil dari ajang ini adalah Veda Ega Pratama, yang juga merupakan jebolan dari MRS,” ujar Panji.
Pertamina mencatat perkembangan kualitas dan potensi pembalap muda Indonesia yang semakin pesat. Melalui ajang MRS kali ini, tiga pembalap muda dari kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC)—yakni Bintang Pranata Sukma, Maulana Malik, dan Reski YH—bakal dikirim untuk tampil di kelas Moto4 Asia Cup, sebuah supporting race pada gelaran MotoGP Mandalika 2026 mendatang.
Baca Juga: Pembalap Jebolan MRS Tembus Moto4 Asia Cup
“Kami berharap kegiatan ini terus menjadi motivasi besar di tahun-tahun berikutnya,” tambah Panji.
Diketahui, sebanyak 108 starter tercatat berlaga di empat kelas utama Kejurnas MRS, yaitu National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Supersport 600 (SS600), serta Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC) yang diikuti 80 starter. Sementara itu, 28 starter lainnya bersaing di kelas pendukung Underbone 150 dan Junior Sport 250 U-18.
Pada putaran keempat MRS 2026, penyelenggara resmi mengadopsi sejumlah regulasi baru yang mengacu pada aturan standar FIM. Edukasi dan penyesuaian aturan ini dilakukan agar para pembalap serta manajer tim memahami prosedur serta regulasi ketat yang berlaku di kancah internasional.
“Regulasi baru ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para pembalap ketika berlaga di sirkuit internasional maupun ajang kejuaraan dunia nantinya,” ungkap Ketua Pelaksana MRS, Arif Syahbani.
Baca Juga: Moto4 Asia Cup 2026 Umumkan Pembalap dan Kalender Baru: Thailand Pembuka, Mandalika Jadi Magnet
Penerapan regulasi FIM ini terasa kian krusial. Mengingat tiga pembalap muda, Bintang Pranata Sukma, Maulana Malik, dan Reski YH, dari kelas IJTC bakal berlaga di kelas Moto4 Asia Cup yang menjadi supporting class pada gelaran MotoGP Mandalika mendatang.
“Kami berharap pembalap-pembalap muda kita benar-benar menguasai dan memahami regulasi FIM ini saat bersaing di ajang internasional nanti,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post