Ketidakpastian GP Qatar dan Abu Dhabi, F1 Siapkan Sirkuit Imola sebagai Opsi Cadangan

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 23:47 WIB
Formula 1 (F1) musim 2026 siap menghentak aspal Albert Park, Australia, pada Minggu (8/3). (formula1.com)
Ilustrasi F1

LombokPost— Kelangsungan dua seri penutup ajang balap Formula 1 (F1) musim ini, yakni Grand Prix Qatar dan Grand Prix Abu Dhabi, hingga kini masih diliputi ketidakpastian menyusul dinamika situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang belum kondusif. Sebagai langkah antisipasi, Formula One Management (FOM) telah menyiapkan opsi alternatif dengan mengarahkan potensi balapan penutup ke Sirkuit Autodromo Enzo e Dino Ferrari di Imola, Italia.

Sebagaimana dilaporkan Motorsport, manajemen F1 telah memberikan lampu hijau kepada pengelola Sirkuit Imola untuk mulai membangun fasilitas tribun penonton (grandstand) tambahan. Langkah operasional ini diambil untuk memastikan Imola yang ditetapkan sebagai skema cadangan (Plan B) siap menyelenggarakan balapan tepat waktu apabila situasi di Timur Tengah tidak memungkinkan.

Guna menjaga stabilitas finansial pengelola lokal, seluruh pembiayaan pembangunan tribun temporer tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak FOM. Dengan mekanisme ini, pihak penyelenggara Sirkuit Imola dipastikan bebas dari beban risiko finansial apabila pada akhirnya sirkuit tersebut batal digunakan.

Keputusan Final Diundur hingga Pertengahan Oktober

Sebelumnya, F1 menargetkan kepastian penentuan lokasi dua seri penutup tersebut pada pertengahan September. Namun, perkembangan situasi yang dinamis di kawasan Timur Tengah memaksa tenggat keputusan diundur hingga bulan depan.

“Stefano memberi tahu kami targetnya pertengahan Oktober. Jadi, kami semua sudah mengetahui situasinya,” ujar Principal Tim Haas Ayao Komatsu dikutip dari Motorsport, merujuk pada Presiden sekaligus CEO Formula 1 Stefano Domenicali.

Tantangan Logistik dan Operasional Tim

Apabila penutupan musim F1 dialihkan dari Timur Tengah ke kawasan Eropa, tim-tim peserta dipastikan bakal menghadapi tantangan operasional dan logistik yang signifikan. Hal ini lantaran sebagian besar personel operasional yang mengurus fasilitas motorhome di daratan Eropa biasanya telah mengakhiri masa tugas atau memasuki periode libur akhir musim.

“Tantangan utamanya lebih kepada organisasi dan logistik,” ungkap Principal Tim Audi Mattia Binotto mengenai potensi penyesuaian jadwal dan skema pengiriman peralatan tim.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
Grand Prix Qatar Formula 1 f1