LombokPost - Atlet berkuda memanah NTB Tio Fawwaz Ananta berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di Moskow, Rusia. Tio sukses menyabet medali emas pada ajang bergengsi IHAA Greater Asian Championship 2026.
"Alhamdulillah ini hasil maksimal. Masih ada peluang menambah medali lagi karena ini baru hari pertama," ungkap Ketua Pengprov Pordasi Berkuda Memanah NTB Samsudin Magenda.
Turun di kategori senior nomor Style ranking - Raid 233, atlet berkuda memanah NTB ini tampil sangat dominan sejak laga dimulai. Tio Fawwaz Ananta berhasil mengungguli dua atlet tuan rumah Rusia, Roman Chobotok dan Sergey Odinokov, yang harus puas meraih perak dan perunggu.
Baca Juga: Atlet Berkuda Memanah NTB Raih Emas Kejurnas Bogor hingga Tembus Kejuaraan Dunia
Keberhasilan Tio Fawwaz Ananta menembus kejuaraan dunia di Rusia tidak diraih secara instan. Mengetahui adanya keterbatasan pelatih dan kuda latihan di daerah, Pordasi Berkuda Memanah NTB mengambil langkah cepat dengan menggembleng Tio secara intensif di Winning Academy, Bogor.
Pola pembinaan terpusat tersebut terbukti efektif mendongkrak performa sang atlet. Hasilnya, Tio Fawwaz Ananta mampu membuktikan kualitas atlet berkuda memanah NTB saat bertarung di level internasional.
Bagi Pordasi Berkuda Memanah NTB, raihan emas Tio Fawwaz Ananta di kejuaraan dunia di Rusia ini bukan sekadar mengejar gengsi semata. Prestasi Tio dijadikan fondasi awal untuk memicu pencarian bibit atlet berkuda memanah NTB di seluruh kabupaten dan kota.
Pengalaman bertanding Tio Fawwaz Ananta di kejuaraan dunia di Rusia diproyeksikan menjadi modal berharga menyongsong PON 2028. Pordasi NTB bertekad melahirkan lebih banyak atlet berkuda memanah NTB yang siap membawa nama daerah ke pentas global.
"Kami ingin NTB tidak hanya sukses menjadi tuan rumah PON 2028, tetapi juga punya atlet berprestasi dunia," tegas Samsudin Magenda.
Pordasi NTB kini terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas latihan dan venue olahraga di daerah. Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar prestasi atlet berkuda memanah NTB dan ketersediaan sarana dapat berjalan beriringan.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Wawancara