Banding Ditolak CAS, Lifter Rizki Juniansyah Dipastikan Absen di Asian Games 2026

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 00:11 WIB
Rizki Juniansyah kini jadi kapten di TNI setelah dapat emas dan pecah rekor dunia di SEA Games 2025. (Dok. BPMI)
Rizki Juniansyah kini jadi kapten di TNI setelah dapat emas dan pecah rekor dunia di SEA Games 2025. (Dok. BPMI)

LombokPost— Indonesia dipastikan tidak dapat menurunkan lifter andalannya, Rizki Juniansyah, pada cabang olahraga angkat besi di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Kepastian ini diperoleh setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) menolak banding yang diajukan oleh Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Banding tersebut sebelumnya diajukan atas keputusan sanksi penangguhan sementara (provisional suspension) yang dijatuhkan oleh Federasi Angkat Besi Internasional (International Weightlifting Federation/IWF) terhadap peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tersebut.

Penangguhan sementara ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan kewajiban whereabouts, yaitu ketentuan yang mengharuskan atlet melaporkan lokasi keberadaannya secara akurat demi memfasilitasi pelaksanaan tes doping di luar kompetisi (out-of-competition testing). Akibat ditolaknya permohonan banding ini, Rizki dipastikan absen bertanding di Nagoya, Jepang.

Penjelasan Resmi PB PABSI dan KOI

Dalam pernyataan tertulis bersama, PB PABSI dan KOI mengklarifikasi bahwa sanksi penangguhan sementara oleh IWF dan CAS tersebut bukanlah bentuk penetapan bersalah atas tuduhan pelanggaran aturan antidoping. Proses persidangan untuk memeriksa pokok perkara kasus ini baru akan dimulai.

”Penangguhan tersebut bukan merupakan temuan bahwa Rizki telah melakukan pelanggaran aturan antidoping. Proses pemeriksaan mengenai pokok perkara baru akan dimulai. Kasus ini tidak berkaitan dengan zat terlarang apa pun,” demikian bunyi pernyataan resmi bersama PB PABSI dan KOI, Minggu (27/9/2026).

Kedua lembaga penanggung jawab olahraga nasional tersebut menegaskan bahwa sepanjang karier profesionalnya, Rizki tidak pernah mencatatkan hasil tes positif doping. Pengujian sampel terakhir yang dilakukan pada Agustus 2026 juga mengonfirmasi hasil negatif.

”Rizki membantah tuduhan tersebut dan akan membela kasusnya dihadapan CAS dengan dukungan penuh dari PABSI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Rizki, PABSI, dan KOI menghormati keputusan CAS dan proses antidoping yang sedang berjalan, serta bekerja sama sepenuhnya dalam proses tersebut,” lanjut pernyataan resmi itu.

PB PABSI dan KOI juga menyampaikan keprihatinan atas ketidakhadiran lifter terbaik nasional tersebut di ajang olahraga terbesar se-Asia, sembari menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak.

”Kami menyayangkan bahwa Rizki yang merupakan juara bertahan Olimpiade dan dunia tidak dapat mewakili Indonesia di Nagoya. Dan, kami menyampaikan terima kasih kepada tim, federasi, serta masyarakat Indonesia atas dukungan yang diberikan,” tutup pernyataan tersebut.

Meta Deskripsi (140 Karakter): Banding PB PABSI dan KOI ditolak CAS. Lifter Rizki Juniansyah dipastikan absen di Asian Games 2026 akibat sanksi penangguhan IWF.

Editor : Redaksi Lombok Post
Rizki Juniansyah asian games